Menu

Mode Gelap
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

Daerah

Bupati Pangandaran Bilang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Diakhiri Dengan Pengorbanan yang Besar

badge-check


					Bupati Jeje saat khotbah idul Adha 1445 Hijriah/2024 Perbesar

Bupati Jeje saat khotbah idul Adha 1445 Hijriah/2024

LENSAPRIANGAN.COM – Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Pangandaran H Ujang Endin Indrawan melaksanakan Shalat Idul Adha Tingkat Kabupaten Pangandaran Tahun 1445 H/2024 M bertempat di Alun-Alun Parigi, Senin 17 Juni 2024.

Hadir pula Dandim 0625/Pangandaran Letkol Inf Indra Mardianto Subroto, Kapolres Pangandaran AKBP Imara Utama, Sekda Kab Pangandaran Dr H Kusdiana MM, Kepala Kantor Kemenag, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK ,  Ketua MUI serta sejumlah pejabat dari berbagai instansi pemerintah dan TNI/Polri.

 

Pelaksan sholat Idul Adha dimulai pukul 06.30 WIB, dengan petugas Imam adalah K Masud S.Ag S.Pd , MM,  Khotib Yayan S Ag dan Muroqi Yusri rahmat.

 

 

” Hari ini tanggal 10 Julhijah, kita berkumpul untuk menggemakan takbir, untuk saling bersilaturahmi, bertatap muka dalam suasana kegembiraan menyambut satu  pristiwa yang besar pristiwa yang kita ketahui bersama, dimana Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail  yang diakhiri dengan satu pengorbanan yang sangat besar ,” Ujar Bupati Pangandaran dalam pidatonya

 

Lanjut Beliau, ada dua makna dibalik peristiwa  tersebut

” Ada dua makana  dari peristiwa itu yang pertama tentang kepatuhan, ketika Allah SWT memberikan satu perintah menjadi kewajiban kita sebagai umatnya, sebagai mahluknya untuk melaksanakannya  ini tentu menjadi momen dalam rangka kita untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT,” ucapnya

 

Momen yang kedua adalah Kesalehan sosial tentang rasa bersama diantara kita, hari ini sampai besok bagi mereka yang mampu di wajibkan memotong hewan kurban  dengan ketentuan  yang diatur oleh agama islam.

 

Pada kesempatan ini Beliaupun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat kabupaten Pangandaran

” Sekarang ini bulan juni tahun 2024, Saya dengan Pak Wakil tentu akan mengakhiri masa bhakti  sampai dilatiknya bupati dan wakil bupati baru, ada waktu sekitar delapan bulan, maka dalam kesempatan yang berbahagia ini mohon maaf sebesar besarnya kalau ada janji, komitmen yang belum diwujudkan dengan baik,” tuturnya

 

 

” Adapun kalau ada kebaikan, ada prestasi, ada pembangunan , itu bukan prestasi seorang peminpin, itu kewajiban bagi seorang peminpin, amanah yang di berikan adalah bagaimana kita semua bisa membangun bersama sehingga apa yang kita cita citakan pangandaran yang juara yang hebat,  bisa terlaksana dengan baik” ucapnya

 

Beliupun mengajak untuk mendoakan jemaah haji asal Kab Pangandaran untuk dapat pulang kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur

” Kita doakan jemaah haji pangandaran kurang lebih 429 ditambah petugas 8 orang, mudah mudahan mereka bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik dan menjadi haji yang mabrur dan mabruroh dan kembali ke tanah air dengan selamat, tentu kita sedih dari jemah haji tersebut ada dua yang meninggal, mudah mudahan meninggalnya husnul khotimah,”  tutupnya

 

Sementaritu khotib dalam khutbahnya menyampaikan tentang hakikat  berkurban

” Id artinya kembali, adha artinya berkurban, Idul Adha artinya adalah kembali kepada semangat untuk berkorban ,  Ibadah kurban hakikatnya mengajarkan Kita untuk peduli pada sesama, menanamkan rasa dalam jiwa “ngaragap rasa” bagaiman susahnya orang serba kekurangan,  memberikan pelajaran kepada kita agar mampu menerima dengan iklas ketentuan Allah SWT,  berkurban memberikan pelajaran pada kita bahwa ternyata kasih sayang Allah itu diberikan kepada manusia tidak selamanya dalam bentuk kebaikan malah dalam bentuk ujian dan cobaan,” tuturnya

 

 

Pelaksanaan  shalat berjalan hikmat di penuhi warga dari sekitar mesjid Al Hikmah, parigi, di akhiri dengan musyafahah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta

20 Juni 2026 - 14:24 WIB

SPPG di Pangandaran Kembali Normal, Operasional Libur Sementara Ikuti Kalender Sekolah

20 Juni 2026 - 14:11 WIB

LBH Ansor Pangandaran Desak Investigasi Tumpahan Batu Bara, Harus Ada Pemulihan dan Penegakan Hukum

19 Juni 2026 - 16:52 WIB

Resmikan Jalan Jembatan Cantilan, Ida Nurlaela Dorong Konektivitas Pangandaran–Tasikmalaya dan Akses Ekonomi Warga

16 Juni 2026 - 14:11 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Banjar Bagikan 150 Paket Sembako untuk Pengemudi Becak

15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Daerah