Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Komisioner BAZNAS Kota Banjar Diduga Kuat Berpihak Kepada Salah Satu Paslon

badge-check


					Logo baznas by web Perbesar

Logo baznas by web

Banjar, LENSAPRIANGAN.COM – Perhelatan Pilkada di Kota Banjar sudah memasuki tahapan verifikasi berkas pasangan calon. Namun kini sudah mulai tercium aroma kurang sedap yang mengarah kepada salah satu pasangan calon.

Pasalnya adanya oknum yang memiliki posisi strategis di institusi pengelola zakat infaq dan sodaqoh. Dari sejumlah bukti yang dihimpun, oknum tersebut merupakan salah satu komisioner di BAZNAS Kota Banjar.

“Hasil analisa kami, karena jabatan yang melekat kepada RS (komisioner BAZNAS) yang sekarang ini menunjukan keberpihakan secara terbuka kepada salah satu calon dapat diduga kuat beliau menyalahagunakan keweangannya untuk memenangkan paslon tertentu,” kata Aan Setiana, Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Banjar, Senin (2/09/2024).

 

Ia mengaku, sangat kecewa dengan hal tersebut. Betapa tidak, dana umat yang dikelola BAZNAS itu cukup besar dan merupakan amanat dari kaum muslim di Banjar untuk diberikan kepada yang berhak sesuai dengan asnaf.

Oleh sebab itu, pihaknya merasa prihatin dengan adanya ulah oknum tersebut.

 

“Jika memang dana umat itu digunakan untuk pemenangan calon sungguh sangat biadab. Dan, kami sangat mengutuk keras,” tandasnya.

Padahal dia mengaku pada tahun 2020 lalu dirinya pernah memperingatkan BAZNAS pada salah satu program yang penerimanya saat itu pondok pesantren.

Program yang diberikan berupa bantuan alat untuk usaha isi ulang air minum. Aan menganggap alat itu nilainya terlalu mahal. Kemudian pihaknya sempat berkomunikasi dan akhirnya program tersebut tidak dilanjutkan.

“Kami ingin pengelolaan dana umat tersebut dilakukan sebaik mungkin. Jangan sampai dijadikan bahan keuntungan bagi sebagian pihak dan golongan. Karena sejatina dana tersebut tidak boleh dopermainkan,” katanya

 

Terpisah, komisioner BAZNAS Kota Banjar Ruswa Sumarna menyangkal tuduhan tersebut. Kata Ruswa, dirinya datang dalam kegiatan dari salah satu paslon itu mengatasnamakan pribadi bukan komisioner BAZNAS.

“Itu atas nama pribadi. Saya kan punya hak pilih masa semuanya saya pilih,” kata Ruswa (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Kapolres dan Dandim di Pangandaran Perkuat Soliditas Sinergitas 

14 Juli 2026 - 12:11 WIB

Trending di Daerah