Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Miris, Kisah Zaki Penderita Hirschsprung Disease di Pangandaran Kerap Dibully

badge-check


					Miris, Kisah Zaki Penderita Hirschsprung Disease di Pangandaran Kerap Dibully Perbesar

Pangandaran,LENSAPRIANGAN.COM -Bocah penderita Hirschsprung Disease di Pangandaran bernama Zaki kerap mendapatkan bully verbal dan non verbal dari teman sebayanya di sekolah karena perutnya besar.

Reni, orang tua bocah tersebut mengatakan, anaknya sering menangis sepulang dari sekolah karena di bully oleh teman-temannya.

“Setiap pulang sekolah SD dan Diniyah Zaki pasti nangis karena karena sering di ejekin perutnya besar,” kata Reni di kediamannya di RT 07/03 dusun Balater, Desa Sindangwangi, kecamatan Padaherang, Kabupaten Jawa Barat Rabu, (8/1/2025).

 

Reni mengatakan, teman-teman sebayanya itu Kerap menyebut “Zaki hamil dan Zaki penyakitan” sebab pada watu itu Zaki belum menjalani operasi.

Lebih parahnya lagi, Menurut Reni, Zaki Kerap mendapatkan kekerasan fisik yang mengakibatkan luka memar di bagian dadanya.

“Dulu pernah di tonjokin sama teman-temannya,” ujar Reni.

Mendapat perlakuan seperti itu, ia sebagai orang tuanya merasa sakit hati. Reni mengaku sering menangis melihat kondisi anaknya tersebut.

“Saya nelangsa, pengen marah tapi gak bisa soalnya anak-anak yang membully-nya,” ucapnya.

 

Tak hanya itu, Reni mengatakan, ada lagi yang membuat hatinya hancur yakni ketika Zaki menanyakan kondisi perutnya yang kian membesar berbeda dengan orang lain.

“Mamah, kenapa dede perutnya kaya gini beda dengan orang lain. Dede pengen main sama teman-teman tapi Dede engga ada yang nemenin,” kata Reni menirukan ucapan Zaki.

Mendengar kata-kata anaknya itu, ia merasa hancur. Meski begitu Reni hanya bisa pasrah dengan takdir yang Tuhan gariskan.

“Tapi ya mau gimana lagi. Bukan keinginan saya Zaki seperti ini,” ungkapnya.

 

Sebelumnya dikabarkan, Seorang bocah bernama Zaki (10) menderita penyakit hirschsprung disease. Karena penyakitnya itu, perut Zaki membesar dan harus menjalani operasi.

Reni, orang tua Zaki mengaku kesulitan dalam biaya pengobatan. Mengingat dirinya mempunyai tiga anak sementara sang suami tidak bekerja beberapa bulan terakhir.

Zaki merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, anak pertama duduk di bangku SMK sedangkan anak yang bontot masih berusia 3 tahun. (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah