Menu

Mode Gelap
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

Daerah

Miris, Kisah Zaki Penderita Hirschsprung Disease di Pangandaran Kerap Dibully

badge-check


					Miris, Kisah Zaki Penderita Hirschsprung Disease di Pangandaran Kerap Dibully Perbesar

Pangandaran,LENSAPRIANGAN.COM -Bocah penderita Hirschsprung Disease di Pangandaran bernama Zaki kerap mendapatkan bully verbal dan non verbal dari teman sebayanya di sekolah karena perutnya besar.

Reni, orang tua bocah tersebut mengatakan, anaknya sering menangis sepulang dari sekolah karena di bully oleh teman-temannya.

“Setiap pulang sekolah SD dan Diniyah Zaki pasti nangis karena karena sering di ejekin perutnya besar,” kata Reni di kediamannya di RT 07/03 dusun Balater, Desa Sindangwangi, kecamatan Padaherang, Kabupaten Jawa Barat Rabu, (8/1/2025).

 

Reni mengatakan, teman-teman sebayanya itu Kerap menyebut “Zaki hamil dan Zaki penyakitan” sebab pada watu itu Zaki belum menjalani operasi.

Lebih parahnya lagi, Menurut Reni, Zaki Kerap mendapatkan kekerasan fisik yang mengakibatkan luka memar di bagian dadanya.

“Dulu pernah di tonjokin sama teman-temannya,” ujar Reni.

Mendapat perlakuan seperti itu, ia sebagai orang tuanya merasa sakit hati. Reni mengaku sering menangis melihat kondisi anaknya tersebut.

“Saya nelangsa, pengen marah tapi gak bisa soalnya anak-anak yang membully-nya,” ucapnya.

 

Tak hanya itu, Reni mengatakan, ada lagi yang membuat hatinya hancur yakni ketika Zaki menanyakan kondisi perutnya yang kian membesar berbeda dengan orang lain.

“Mamah, kenapa dede perutnya kaya gini beda dengan orang lain. Dede pengen main sama teman-teman tapi Dede engga ada yang nemenin,” kata Reni menirukan ucapan Zaki.

Mendengar kata-kata anaknya itu, ia merasa hancur. Meski begitu Reni hanya bisa pasrah dengan takdir yang Tuhan gariskan.

“Tapi ya mau gimana lagi. Bukan keinginan saya Zaki seperti ini,” ungkapnya.

 

Sebelumnya dikabarkan, Seorang bocah bernama Zaki (10) menderita penyakit hirschsprung disease. Karena penyakitnya itu, perut Zaki membesar dan harus menjalani operasi.

Reni, orang tua Zaki mengaku kesulitan dalam biaya pengobatan. Mengingat dirinya mempunyai tiga anak sementara sang suami tidak bekerja beberapa bulan terakhir.

Zaki merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, anak pertama duduk di bangku SMK sedangkan anak yang bontot masih berusia 3 tahun. (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta

20 Juni 2026 - 14:24 WIB

SPPG di Pangandaran Kembali Normal, Operasional Libur Sementara Ikuti Kalender Sekolah

20 Juni 2026 - 14:11 WIB

LBH Ansor Pangandaran Desak Investigasi Tumpahan Batu Bara, Harus Ada Pemulihan dan Penegakan Hukum

19 Juni 2026 - 16:52 WIB

Resmikan Jalan Jembatan Cantilan, Ida Nurlaela Dorong Konektivitas Pangandaran–Tasikmalaya dan Akses Ekonomi Warga

16 Juni 2026 - 14:11 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Banjar Bagikan 150 Paket Sembako untuk Pengemudi Becak

15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Daerah