Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Daerah

Pekerjaan Preservasi Jalan Bandung – Cileunyi – Rancaekek Diduga Tidak Sesuai Spek Alias Asal-Asalan 

badge-check


					Kondisi jalan beton ditutup plastik Perbesar

Kondisi jalan beton ditutup plastik

LENSAPRIANGAN.COM – Pembangunan Preservasi Jalan Bandung – Cileunyi – Rancaekek (segmen1) Jawa Barat yang beralamat di Tasikmalaya dikeluhkan pengguna jalan.

Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PT Trie Mukti Pratama Putra dengan nilai Pagu anggaran Rp 68.877.359.000.

Pengguna Jalan, Dede Yanto mengatakan, dengan adanya pekerjaan tersebut mengakibatkan kemacetan parah.

Hal ini terjadi akibat minimnya pengatur lalu lintas dari pihak perusahaan.

“Lama sekali kang, dari tadi saya nunggu masih gini terus,” cetus Dede Sabtu (16/07/2024).

 

Sementara itu, Praktisi Kontruksi Tito Santiko ST. Menilai Selain mengakibatkan kemacetan, pekerjaan tersebut juga diduga tidak sesuai spek.

Hal itu merujuk pada aturan Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) tentang mutu pada perkerasan kaku dan spesifikasi umum beton.

 

Karena, Dimana dalam dokumen tersebut dijelaskan, mengenai peran penting proses curing beton dalam mempertahankan mutu beton yang sesuai harapan.

 

“Tapi yang saya lihat penutup beton didalam pekerjaan itu menggunakan plastik. Menurut saya itu sudah tidak relevan, apalagi pembangunan jalan tingkat nasional harusnya itu lebih optimal dalam mutu dan kualitasnya,” kata Praktisi Kontruksi Tito Santiko ST.

 

Diketahui, preservasi Jalan Bandung – Cileunyi – Rancaekek, yang dikerjakan oleh PT Trie Mukti Pratama, melalui satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Barat dalam spesifikasi teknik untuk curing beton masih menggunakan plastik.

 

Menurutnya, Cara ini sudah ketinggalan jaman jika metode atau analisa lama masih digunakan. Karena pekerjaan itu merupakan Jalan Nasional bukan jalan Desa atau Kecamatan.

 

“Saya harap, direksi serta penyedia jasa, jangan asal asalan dengan mutu dan kualitas karena dapat merugikan keuangan negara,” tegasnya

 

Perlu diketahui, beberapa lokasi di Indonesia untuk pekerjaan konstruksi jalan beton sudah menggunakan geotextil sebagai cover penutup beton.

 

Fungsinya, agar kelembaban beton tetap terjaga sehingga hasil pengencoran tidak cepat kering dan retak akibat paparan panas matahari dan itu di lakukan selama 7 hari berturut turut.

“Aturan sudah jelas harus menggunakan geotextil,” katanya

 

Namun, Saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan telpon dan pesan whatsapp mengenai pekerjaan tersebut, pihak pelaksana tidak memberikan jawaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momen Perpisahan Sekda Kusdiana, Disdikpora Pangandaran Datang Koboy Lengkap dengan Kudanya

6 Mei 2026 - 10:23 WIB

Purna Tugas, Kominfo Pangandaran Siarkan Langsung Perpisahan Sekda Kusdiana

6 Mei 2026 - 10:01 WIB

IJTI: Jangan Korbankan Jurnalis, Selamatkan Pilar Keempat Demokrasi

2 Mei 2026 - 18:04 WIB

Lapas Kelas IIB Ciamis Dorong Kreativitas Warga Binaan Lewat Pojok Musik

30 April 2026 - 20:48 WIB

Baksos Anggota DPR Ida Nurlaela Bersama Hesti Mulyati Bangun Kembali Rumah Terdampak Bencana di Pangandaran

30 April 2026 - 18:27 WIB

Trending di Daerah