Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Bisnis

Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran

badge-check


					Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kisah Khoenunisa umur 11 tahun membantu neneknya berjualan sate totok di SDN 2 Kalipucang Kabupaten Pangandaran.

Khoenunisa asal RT 4/1 Dusun Girisetra, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Pagi belum sepenuhnya hangat ketika asap tipis dari pembakaran sate totok mulai mengepul di halaman SDN 2 Kalipucang.

Di antara riuh suara siswa yang bersiap masuk kelas, tampak seorang anak perempuan berseragam sekolah dengan senyum polos membantu seorang nenek menata dagangan.

Siswi kelas 5 yang bernama Khoenunisa, berusia 11 tahun, warga RT 4 RW 1 Dusun Girisetra, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Senin (2/2/2026).

Setiap hari sebelum bel masuk berbunyi, Khoenunisa menyempatkan diri membantu neneknya berjualan sate totok di sekitar lingkungan sekolah.

Tangannya yang kecil terlihat lincah kadang membantu membungkus, kadang melayani pembeli dengan sopan.

Ia bergegas masuk kelas, berganti peran menjadi seorang pelajar yang tekun mengikuti pelajaran.

Bagi Khoenunisa (11), membantu neneknya bukanlah beban. Justru di sanalah ia belajar arti tanggung jawab dan kemandirian sejak dini.

Di sela-sela waktu istirahat, ia kembali menghampiri neneknya, memastikan dagangan tetap rapi dan pembeli terlayani dengan baik.

Wali kelas 5 SDN 2 Kalipucang, Silviana Maya, menyampaikan, Khoenunisa dikenal sebagai anak yang santun dan tidak pernah menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah.

“Khoenunisa ini anaknya rajin dan sopan. Meski sebelum sekolah membantu neneknya berjualan, di kelas ia tetap fokus belajar dan tidak pernah mengeluh. Perjalanannya luar biasa untuk anak seusianya,” tutur Silviana saat di konfirmasi, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, kisah Khoenunisa menjadi contoh nyata pendidikan karakter yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari.

Nilai kerja keras, kepedulian keluarga, dan rasa hormat kepada orang tua tercermin jelas dari sikapnya.

Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi keluarganya, Khoenunisa tetap memelihara mimpi seperti anak-anak lainnya.

Dukungan nenek dan lingkungan sekolah menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk terus melangkah.

Kisah Khoenunisa bukan sekadar tentang seorang anak yang membantu berjualan, melainkan potret keteguhan hati dan cinta keluarga. (Eful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Ram Cek Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Periksa Bus Umum di Terminal Pangandaran

16 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Daerah