LENSAPRIANGAN.COM – Panasnya terik matahari siang hari tak menyurutkan semangat para nelayan di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat.
Meski hasil laut tidak lagi seperti yang diharapkan, mereka tetap bertahan menggantungkan hidup dari laut yang saat ini tidak bersahabat.
Di Pantai Timur Pangandaran pada Sabtu (24/1/2026) siang, belasan nelayan tampak berjibaku menarik jaring arad yang sudah dipasang sejak pagi di tengah laut.
Di tengah terpaan angin kencang dan ombak besar, para nelayan yang sebagian besar sudah berusia di atas 50 tahun mengandalkan tenaga dan alat mesin seadanya untuk menarik tali jaring agar tidak berceceran.
Tentu, proses penarikan jaring arad bukan perkara mudah. Dalam sekali tarikan, mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga jaring akhirnya tiba di daratan.
Keringat nelayan pun bercucuran, melawan derasnya ombak laut, namun harapan tetap ada di setiap tarikan tali.
Sayangnya, kondisi cuaca yang belum bersahabat membuat hasil tangkapan kali ini jauh dari kata memuaskan.
Dari satu kali penarikan jaring, para nelayan hanya mendapatkan sekitar lima kilogram ikan yang sudah bercampur dengan banyak sampah laut.
Beragam jenis ikan memang masih didapat, seperti ikan teri, pepetek, dan layur dengan ukuran kecil hingga sedang.
Tapi, jumlahnya tak sebanding dengan tenaga dan waktu yang sudah dikeluarkan.
Satu nelayan jaring arad di Pantai Timur Pangandaran, Harum (47), mengakui hasil tangkapan saat ini menurun drastis yang ada satu di antaranya akibat faktor cuaca.
“Sekarang memang lagi sepi hasilnya karena cuaca. Biasanya sekali tarik bisa dapat 15 sampai 20 kilogram, sekarang paling lima kilogram,” ungkapnya.
Menurut Harum, cuaca buruk sangat berpengaruh terhadap nelayan jaring arad, berbeda dengan nelayan pemancing yang masih bisa melaut tanpa terlalu terdampak.
“Kalau yang mancing enggak terlalu berpengaruh, yang kena itu kita. Tapi, ya mudah-mudahan cuaca bisa cepat normal lagi,” ungkap Harum. ***






