Menu

Mode Gelap
Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box

Daerah

Terdampak Banjir, Warga Anggaraksan Keluhkan Normalisasi Sungai Tak Tuntas

badge-check


					Terdampak Banjir, Warga Anggaraksan Keluhkan Normalisasi Sungai Tak Tuntas Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Warga Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, kembali mengeluhkan persoalan banjir yang tak kunjung surut meski telah dilakukan normalisasi anak sungai oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Salah seorang warga, Fuad, pada Jumat (20/2/2026) mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses pengerukan sungai yang dinilai tidak selesai secara menyeluruh.

Menurutnya, pengerjaan normalisasi terhenti dengan alasan debit air kembali naik.

“Katanya pengerukan tidak bisa dilanjutkan karena air naik lagi. Tapi akibatnya sampai sekarang banjir tidak surut-surut,” ujarnya.

Fuad menambahkan, karena pengerukan tidak tuntas hingga 100 persen, aliran air menjadi tidak lancar dan menyebabkan genangan terus terjadi di permukiman warga.

Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa dirugikan dan berharap ada langkah konkret dari pemerintah.

Warga Dusun Anggaraksan bahkan telah melakukan audiensi sebanyak dua kali dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Namun, menurut Fuad, jawaban yang diterima dari pihak Bupati Pangandaran dinilai belum memberikan kepastian.

“Setiap audiensi jawabannya selalu, ‘nanti akan kami usahakan’. Tapi sampai sekarang belum ada solusi nyata,” keluh Fuad saat di komfirmasi Awak Media, Jumat (20/2/2026).

Masyarakat menginginkan adanya solusi permanen, salah satunya dengan mencari cara agar air bisa dialirkan langsung ke Sungai Citanduy sehingga tidak lagi menggenangi pemukiman saat debit air meningkat.

Selain kerugian materiil, banjir yang berkepanjangan juga berdampak pada kesehatan warga.

Banyak warga Dusun Anggaraksan dilaporkan mengalami penyakit kulit, diare, dan gangguan kesehatan lainnya akibat terpapar air banjir yang kotor dan mengandung banyak kuman.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan dan menuntaskan normalisasi sungai secara menyeluruh agar persoalan banjir yang terus berulang setiap musim hujan dapat segera teratasi. (Efull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Polda Jabar Sukses Tanam Ribuan Hektare Jagung

13 April 2026 - 15:24 WIB

Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang

12 April 2026 - 14:35 WIB

Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

11 April 2026 - 15:29 WIB

BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

7 April 2026 - 18:15 WIB

Oknum Wartawan di Pangandaran Mengaku Polisi, Coreng Marwah Profesi, IJTI – PWI Bereaksi Keras

6 April 2026 - 18:24 WIB

Trending di Daerah