Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

50 Ekor Sapi di Pangandaran Terjual di H-10 Idul Adha

badge-check


					Sapi milik Rasim Perbesar

Sapi milik Rasim

LENSAPRIANGAN.COM – Menjelang Idul Adha 2024, peternak sapi di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran ludes terjual.

Peternak Sapi, Rasim mengaku sudah menjual Sebanyak 50 ekor dari 70 ekor sapi kurban di H -10 idul Adha.

“Idul Adha tahun ini, Alhamdulilah kondisi penjualan tetap stabil,” kata Rasim kepada wartawan, Kamis (6/6/2024) pagi.

Untuk harga sapi di tempatnya, ia mematok harga dari Rp 16 juta hingga Rp 45 juta per ekor.

“Harga tertinggi itu Rp 45 juta. Barusan juga ada orang Parigi datang ke sini. Mudah-mudahan sapinya laku semua,” ungkapnya.

Rasim mengatakan, menjual sapi kurban tidak hanya di Pangandaran, akan tetapi hingga luar kota.

Rasim juga mengaku menyediakan jasa siap antar untuk pembelian di luar kota.

“Paling jauh itu kita ke Bandung, kita antar sampai alamatnya. Si pembeli tinggal menerima di halaman rumah saja,” kata Rasim.

Oleh karena itu, banyak pembeli yang merasa puas membeli sapi ditempatnya. Sebab, mereka tidak perlu menyewa kendaraan.

“Untuk membawa sapi tersebut, kita yang antar sampai rumah,” ucapnya.

Meski demikian, ia pun pernah terkendala dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang peliharaannya itu.

Akibatnya, satu ekor terpaksa harus disembelih paksa di kandang.

Untuk menangani wabah tersebut, Rasim punya cara dengan menggunakan rempah – rempah tradisional.

“paling pakai jahe, kunyit dan herbal lainnya. Soalnya, kalau disuntik terus-terusan, kan kita harus mengeluarkan biaya banyak,” ucap Rasim. (art).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah