Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Perjuangan Nelayan Pangandaran Bertahan di Tengah Cuaca Buruk dan Hasil Tangkapan Minim

badge-check


					Perjuangan Nelayan Pangandaran Bertahan di Tengah Cuaca Buruk dan Hasil Tangkapan Minim Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Panasnya terik matahari siang hari tak menyurutkan semangat para nelayan di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat.

Meski hasil laut tidak lagi seperti yang diharapkan, mereka tetap bertahan menggantungkan hidup dari laut yang saat ini tidak bersahabat.

Di Pantai Timur Pangandaran pada Sabtu (24/1/2026) siang, belasan nelayan tampak berjibaku menarik jaring arad yang sudah dipasang sejak pagi di tengah laut.

Di tengah terpaan angin kencang dan ombak besar, para nelayan yang sebagian besar sudah berusia di atas 50 tahun mengandalkan tenaga dan alat mesin seadanya untuk menarik tali jaring agar tidak berceceran.

Tentu, proses penarikan jaring arad bukan perkara mudah. Dalam sekali tarikan, mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga jaring akhirnya tiba di daratan.

Keringat nelayan pun bercucuran, melawan derasnya ombak laut, namun harapan tetap ada di setiap tarikan tali.

Sayangnya, kondisi cuaca yang belum bersahabat membuat hasil tangkapan kali ini jauh dari kata memuaskan.

Dari satu kali penarikan jaring, para nelayan hanya mendapatkan sekitar lima kilogram ikan yang sudah bercampur dengan banyak sampah laut.

Beragam jenis ikan memang masih didapat, seperti ikan teri, pepetek, dan layur dengan ukuran kecil hingga sedang.

Tapi, jumlahnya tak sebanding dengan tenaga dan waktu yang sudah dikeluarkan.

Satu nelayan jaring arad di Pantai Timur Pangandaran, Harum (47), mengakui hasil tangkapan saat ini menurun drastis yang ada satu di antaranya akibat faktor cuaca.

“Sekarang memang lagi sepi hasilnya karena cuaca. Biasanya sekali tarik bisa dapat 15 sampai 20 kilogram, sekarang paling lima kilogram,” ungkapnya.

Menurut Harum, cuaca buruk sangat berpengaruh terhadap nelayan jaring arad, berbeda dengan nelayan pemancing yang masih bisa melaut tanpa terlalu terdampak.

“Kalau yang mancing enggak terlalu berpengaruh, yang kena itu kita. Tapi, ya mudah-mudahan cuaca bisa cepat normal lagi,” ungkap Harum. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah