Menu

Mode Gelap
Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran

Daerah

Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi

badge-check


					Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejumlah pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Pangandaran menyampaikan protes kepada Bupati Pangandaran terkait kebijakan pengelolaan parkir yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.

Satu pelaku usaha, Hakim, mengungkapkan kebijakan tersebut memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

Ia menyebut, banyak pihak merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang diterapkan dinilai tidak berpihak pada kepentingan bersama.

“Kami para pelaku usaha di pantai merasakan langsung dampaknya. Banyak yang tidak puas karena kebijakan ini seolah tidak mempertimbangkan kondisi di lapangan,” ujar Hakim, saat di wawancarai, Jum’at (3/4/2026).

Ia menambahkan, kebijakan penataan parkir yang dipusatkan di satu titik telah berdampak pada menurunnya pendapatan para pelaku usaha, termasuk jasa transportasi lokal seperti beca motor.

Para pengemudi beca motor kini kesulitan mendapatkan penumpang karena wisatawan diarahkan menggunakan layanan shuttle yang disediakan pemerintah.

“Banyak pengemudi beca motor tidak kebagian penumpang. Sementara shuttle jumlahnya terbatas, sehingga tetap terjadi penumpukan dan kemacetan di titik tertentu,” jelasnya.

Hakim juga menilai, kebijakan tersebut belum memberikan solusi yang menyeluruh, bahkan cenderung menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata.

Menurutnya, regulasi yang dibuat seharusnya tepat sasaran dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Ia menegaskan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan kepentingan segelintir pihak.

“Kami ingin ada evaluasi bersama. Pemerintah harus menciptakan aturan yang adil dan tidak berpihak pada kelompok tertentu saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta Bupati Pangandaran untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini turut berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Hakim juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak bersifat sementara atau hanya muncul pada momen tertentu tanpa solusi jangka panjang.

Menurutnya, kebijakan yang tidak matang justru berpotensi memicu konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Bupati harus bisa merasakan keresahan masyarakat. Jangan sampai kebijakan pemerintah hanya menguntungkan kelompok tertentu. Kami ingin Pangandaran maju, tapi semua harus dilibatkan,” pungkasnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk meninjau ulang kebijakan tersebut demi menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat di kawasan wisata Pangandaran. (EFUL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

11 April 2026 - 15:29 WIB

BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

7 April 2026 - 18:15 WIB

Oknum Wartawan di Pangandaran Mengaku Polisi, Coreng Marwah Profesi, IJTI – PWI Bereaksi Keras

6 April 2026 - 18:24 WIB

Diduga Ngaku Polisi, Oknum Wartawan di Pangandaran Bikin Resah

6 April 2026 - 17:46 WIB

Disnaker Pangandaran Verifikasi dan Bina LPK, Tercatat 13 LPK dan 5 BLK Resmi Beroperasi

6 April 2026 - 17:30 WIB

Trending di Daerah