Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi

badge-check


					Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejumlah pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Pangandaran menyampaikan protes kepada Bupati Pangandaran terkait kebijakan pengelolaan parkir yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.

Satu pelaku usaha, Hakim, mengungkapkan kebijakan tersebut memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

Ia menyebut, banyak pihak merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang diterapkan dinilai tidak berpihak pada kepentingan bersama.

“Kami para pelaku usaha di pantai merasakan langsung dampaknya. Banyak yang tidak puas karena kebijakan ini seolah tidak mempertimbangkan kondisi di lapangan,” ujar Hakim, saat di wawancarai, Jum’at (3/4/2026).

Ia menambahkan, kebijakan penataan parkir yang dipusatkan di satu titik telah berdampak pada menurunnya pendapatan para pelaku usaha, termasuk jasa transportasi lokal seperti beca motor.

Para pengemudi beca motor kini kesulitan mendapatkan penumpang karena wisatawan diarahkan menggunakan layanan shuttle yang disediakan pemerintah.

“Banyak pengemudi beca motor tidak kebagian penumpang. Sementara shuttle jumlahnya terbatas, sehingga tetap terjadi penumpukan dan kemacetan di titik tertentu,” jelasnya.

Hakim juga menilai, kebijakan tersebut belum memberikan solusi yang menyeluruh, bahkan cenderung menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata.

Menurutnya, regulasi yang dibuat seharusnya tepat sasaran dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Ia menegaskan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan kepentingan segelintir pihak.

“Kami ingin ada evaluasi bersama. Pemerintah harus menciptakan aturan yang adil dan tidak berpihak pada kelompok tertentu saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta Bupati Pangandaran untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini turut berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Hakim juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak bersifat sementara atau hanya muncul pada momen tertentu tanpa solusi jangka panjang.

Menurutnya, kebijakan yang tidak matang justru berpotensi memicu konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Bupati harus bisa merasakan keresahan masyarakat. Jangan sampai kebijakan pemerintah hanya menguntungkan kelompok tertentu. Kami ingin Pangandaran maju, tapi semua harus dilibatkan,” pungkasnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk meninjau ulang kebijakan tersebut demi menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat di kawasan wisata Pangandaran. (EFUL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musim Kemarau Panjang, Warga Padaherang Pangandaran Pasang Papan Peringatan Cegah Kebakaran

10 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Kemeriahan Kapolsek Padaherang Cup di Pangandaran, Perkuat Silaturahmi Dua Kecamatan

9 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Kapolres Banjar Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga

5 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Pangandaran Sulap Lahan Tidak Produktif ‎

5 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Trending di Daerah