Menu

Mode Gelap
Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

Daerah

Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi

badge-check


					Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejumlah pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Pangandaran menyampaikan protes kepada Bupati Pangandaran terkait kebijakan pengelolaan parkir yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.

Satu pelaku usaha, Hakim, mengungkapkan kebijakan tersebut memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

Ia menyebut, banyak pihak merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang diterapkan dinilai tidak berpihak pada kepentingan bersama.

“Kami para pelaku usaha di pantai merasakan langsung dampaknya. Banyak yang tidak puas karena kebijakan ini seolah tidak mempertimbangkan kondisi di lapangan,” ujar Hakim, saat di wawancarai, Jum’at (3/4/2026).

Ia menambahkan, kebijakan penataan parkir yang dipusatkan di satu titik telah berdampak pada menurunnya pendapatan para pelaku usaha, termasuk jasa transportasi lokal seperti beca motor.

Para pengemudi beca motor kini kesulitan mendapatkan penumpang karena wisatawan diarahkan menggunakan layanan shuttle yang disediakan pemerintah.

“Banyak pengemudi beca motor tidak kebagian penumpang. Sementara shuttle jumlahnya terbatas, sehingga tetap terjadi penumpukan dan kemacetan di titik tertentu,” jelasnya.

Hakim juga menilai, kebijakan tersebut belum memberikan solusi yang menyeluruh, bahkan cenderung menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata.

Menurutnya, regulasi yang dibuat seharusnya tepat sasaran dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Ia menegaskan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan kepentingan segelintir pihak.

“Kami ingin ada evaluasi bersama. Pemerintah harus menciptakan aturan yang adil dan tidak berpihak pada kelompok tertentu saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta Bupati Pangandaran untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini turut berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Hakim juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak bersifat sementara atau hanya muncul pada momen tertentu tanpa solusi jangka panjang.

Menurutnya, kebijakan yang tidak matang justru berpotensi memicu konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Bupati harus bisa merasakan keresahan masyarakat. Jangan sampai kebijakan pemerintah hanya menguntungkan kelompok tertentu. Kami ingin Pangandaran maju, tapi semua harus dilibatkan,” pungkasnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk meninjau ulang kebijakan tersebut demi menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat di kawasan wisata Pangandaran. (EFUL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Kapolda Jabar Datang ke Banjar, Soroti Pelayanan Publik dan Apresiasi Kinerja Polres

5 September 2026 - 10:23 WIB

Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

3 September 2026 - 18:27 WIB

PMII Soroti Hibah 30 Hektare Lahan ISBI, SKPD Pangandaran Menjerit, Defisit dan IPM Masih PR

27 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Fraksi PDIP Minta Pemda Pangandaran Kaji Ulang Hibah 30 Hektare untuk ISBI Bandung

27 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Trending di Daerah