Menu

Mode Gelap
Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

Daerah

Terdampak Banjir, Warga Anggaraksan Keluhkan Normalisasi Sungai Tak Tuntas

badge-check


					Terdampak Banjir, Warga Anggaraksan Keluhkan Normalisasi Sungai Tak Tuntas Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Warga Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, kembali mengeluhkan persoalan banjir yang tak kunjung surut meski telah dilakukan normalisasi anak sungai oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Salah seorang warga, Fuad, pada Jumat (20/2/2026) mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses pengerukan sungai yang dinilai tidak selesai secara menyeluruh.

Menurutnya, pengerjaan normalisasi terhenti dengan alasan debit air kembali naik.

“Katanya pengerukan tidak bisa dilanjutkan karena air naik lagi. Tapi akibatnya sampai sekarang banjir tidak surut-surut,” ujarnya.

Fuad menambahkan, karena pengerukan tidak tuntas hingga 100 persen, aliran air menjadi tidak lancar dan menyebabkan genangan terus terjadi di permukiman warga.

Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa dirugikan dan berharap ada langkah konkret dari pemerintah.

Warga Dusun Anggaraksan bahkan telah melakukan audiensi sebanyak dua kali dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Namun, menurut Fuad, jawaban yang diterima dari pihak Bupati Pangandaran dinilai belum memberikan kepastian.

“Setiap audiensi jawabannya selalu, ‘nanti akan kami usahakan’. Tapi sampai sekarang belum ada solusi nyata,” keluh Fuad saat di komfirmasi Awak Media, Jumat (20/2/2026).

Masyarakat menginginkan adanya solusi permanen, salah satunya dengan mencari cara agar air bisa dialirkan langsung ke Sungai Citanduy sehingga tidak lagi menggenangi pemukiman saat debit air meningkat.

Selain kerugian materiil, banjir yang berkepanjangan juga berdampak pada kesehatan warga.

Banyak warga Dusun Anggaraksan dilaporkan mengalami penyakit kulit, diare, dan gangguan kesehatan lainnya akibat terpapar air banjir yang kotor dan mengandung banyak kuman.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan dan menuntaskan normalisasi sungai secara menyeluruh agar persoalan banjir yang terus berulang setiap musim hujan dapat segera teratasi. (Efull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa S2 UBHI dan Puskesmas Kalipucang Gelar GEMAR SANSET di PSM, Sasar 700 Santri Lewat Edukasi dan CKG

11 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polres Pangandaran Dorong Lomba Ketahanan Pangan

9 Juni 2026 - 19:25 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pangandaran Soroti TPP ASN dan Gaji PPPK Paruh Waktu di Puskesmas – RSUD

7 Juni 2026 - 08:21 WIB

Hari Lansia Nasional 2026, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh Digelar di Kalipucang Pangandaran

5 Juni 2026 - 19:34 WIB

Polimek di Puskesmas, Begini Respon Dinkes Pangandaran

5 Juni 2026 - 11:41 WIB

Trending di Daerah