Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Headline

Warsun: Jangan Giring Opini, Kunjungan Menhan Adalah Langkah Strategis, Bukan Ancaman Kedaulatan

badge-check


					Warsun: Jangan Giring Opini, Kunjungan Menhan Adalah Langkah Strategis, Bukan Ancaman Kedaulatan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sekretaris Jenderal Brigade Rakyat Garuda Merah Putih, Warsun, menegaskan bahwa polemik yang berkembang terkait kunjungan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, ke Amerika Serikat tidak boleh dibiarkan menggiring opini publik keluar dari fakta sebenarnya, Jakarta, 17 April 2026.

Menurutnya, pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon adalah langkah strategis yang justru memperkuat posisi Indonesia, bukan sebaliknya.

“Ada kecenderungan narasi yang dibangun seolah-olah Indonesia melemah atau membuka celah kedaulatan. Ini keliru dan berbahaya. Negara ini tidak sedang ‘memberi’, tapi sedang ‘mengatur’ kepentingannya sendiri,” tegas Warsun.

Ia menyoroti isu overflight yang dijadikan bahan spekulasi publik. Menurutnya, isu tersebut telah dipelintir tanpa dasar kebijakan resmi, sementara pemerintah sudah menyampaikan posisi yang sangat jelas.

“Jangan memelintir diskursus strategis menjadi ketakutan publik. Tidak ada satu pun keputusan yang menyerahkan kedaulatan udara Indonesia. Titik. Kalau ada yang menggiring ke arah itu, patut dipertanyakan motifnya,” ujarnya.

Warsun juga mengingatkan bahwa dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia tidak bisa bersikap pasif atau defensif berlebihan.

“Kalau kita hanya sibuk curiga tanpa membaca arah, kita akan tertinggal. Diplomasi pertahanan itu bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal bagaimana memastikan Indonesia tetap kuat dan relevan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil Sjafrie Sjamsoeddin mencerminkan kepemimpinan yang memahami medan, bukan sekadar merespons tekanan opini.

“Ini bukan langkah coba-coba. Ini langkah terukur. Indonesia tidak sedang masuk ke orbit siapa pun, tapi memastikan tidak didikte oleh siapa pun,” tegasnya lagi.

Menutup pernyataannya, Warsun menekankan bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga dengan retorika, tetapi dengan strategi yang konkret dan keberanian mengambil posisi.

“Kedaulatan NKRI bukan untuk ditakuti hilang, tapi untuk dijaga dengan keputusan yang tepat. Dan hari ini, keputusan itu sedang dijalankan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Momen Puncak Milangkala ke-14 Pangandaran Sepi, Banyak Anggota DPRD Absen

25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Pakai Bus Dishub, Rombongan Bupati Pangandaran Silaturahmi ke Tokoh Presidium Dalam Milangkala ke14

20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Polres Pangandaran Perkuat Karakter Siswa Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Bazar UMKM Rumah BUMN Pangandaran Jadi Ajang Promosi Produk Lokal

19 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Trending di Bisnis