Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Headline

Warsun: Jangan Giring Opini, Kunjungan Menhan Adalah Langkah Strategis, Bukan Ancaman Kedaulatan

badge-check


					Warsun: Jangan Giring Opini, Kunjungan Menhan Adalah Langkah Strategis, Bukan Ancaman Kedaulatan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sekretaris Jenderal Brigade Rakyat Garuda Merah Putih, Warsun, menegaskan bahwa polemik yang berkembang terkait kunjungan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, ke Amerika Serikat tidak boleh dibiarkan menggiring opini publik keluar dari fakta sebenarnya, Jakarta, 17 April 2026.

Menurutnya, pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon adalah langkah strategis yang justru memperkuat posisi Indonesia, bukan sebaliknya.

“Ada kecenderungan narasi yang dibangun seolah-olah Indonesia melemah atau membuka celah kedaulatan. Ini keliru dan berbahaya. Negara ini tidak sedang ‘memberi’, tapi sedang ‘mengatur’ kepentingannya sendiri,” tegas Warsun.

Ia menyoroti isu overflight yang dijadikan bahan spekulasi publik. Menurutnya, isu tersebut telah dipelintir tanpa dasar kebijakan resmi, sementara pemerintah sudah menyampaikan posisi yang sangat jelas.

“Jangan memelintir diskursus strategis menjadi ketakutan publik. Tidak ada satu pun keputusan yang menyerahkan kedaulatan udara Indonesia. Titik. Kalau ada yang menggiring ke arah itu, patut dipertanyakan motifnya,” ujarnya.

Warsun juga mengingatkan bahwa dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia tidak bisa bersikap pasif atau defensif berlebihan.

“Kalau kita hanya sibuk curiga tanpa membaca arah, kita akan tertinggal. Diplomasi pertahanan itu bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal bagaimana memastikan Indonesia tetap kuat dan relevan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil Sjafrie Sjamsoeddin mencerminkan kepemimpinan yang memahami medan, bukan sekadar merespons tekanan opini.

“Ini bukan langkah coba-coba. Ini langkah terukur. Indonesia tidak sedang masuk ke orbit siapa pun, tapi memastikan tidak didikte oleh siapa pun,” tegasnya lagi.

Menutup pernyataannya, Warsun menekankan bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga dengan retorika, tetapi dengan strategi yang konkret dan keberanian mengambil posisi.

“Kedaulatan NKRI bukan untuk ditakuti hilang, tapi untuk dijaga dengan keputusan yang tepat. Dan hari ini, keputusan itu sedang dijalankan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisatawan Asal Bandung yang Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Trending di Daerah