Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Headline

Warsun: Jangan Giring Opini, Kunjungan Menhan Adalah Langkah Strategis, Bukan Ancaman Kedaulatan

badge-check


					Warsun: Jangan Giring Opini, Kunjungan Menhan Adalah Langkah Strategis, Bukan Ancaman Kedaulatan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sekretaris Jenderal Brigade Rakyat Garuda Merah Putih, Warsun, menegaskan bahwa polemik yang berkembang terkait kunjungan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, ke Amerika Serikat tidak boleh dibiarkan menggiring opini publik keluar dari fakta sebenarnya, Jakarta, 17 April 2026.

Menurutnya, pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon adalah langkah strategis yang justru memperkuat posisi Indonesia, bukan sebaliknya.

ā€œAda kecenderungan narasi yang dibangun seolah-olah Indonesia melemah atau membuka celah kedaulatan. Ini keliru dan berbahaya. Negara ini tidak sedang ā€˜memberi’, tapi sedang ā€˜mengatur’ kepentingannya sendiri,ā€ tegas Warsun.

Ia menyoroti isu overflight yang dijadikan bahan spekulasi publik. Menurutnya, isu tersebut telah dipelintir tanpa dasar kebijakan resmi, sementara pemerintah sudah menyampaikan posisi yang sangat jelas.

ā€œJangan memelintir diskursus strategis menjadi ketakutan publik. Tidak ada satu pun keputusan yang menyerahkan kedaulatan udara Indonesia. Titik. Kalau ada yang menggiring ke arah itu, patut dipertanyakan motifnya,ā€ ujarnya.

Warsun juga mengingatkan bahwa dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia tidak bisa bersikap pasif atau defensif berlebihan.

ā€œKalau kita hanya sibuk curiga tanpa membaca arah, kita akan tertinggal. Diplomasi pertahanan itu bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal bagaimana memastikan Indonesia tetap kuat dan relevan,ā€ katanya.

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil Sjafrie Sjamsoeddin mencerminkan kepemimpinan yang memahami medan, bukan sekadar merespons tekanan opini.

ā€œIni bukan langkah coba-coba. Ini langkah terukur. Indonesia tidak sedang masuk ke orbit siapa pun, tapi memastikan tidak didikte oleh siapa pun,ā€ tegasnya lagi.

Menutup pernyataannya, Warsun menekankan bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga dengan retorika, tetapi dengan strategi yang konkret dan keberanian mengambil posisi.

ā€œKedaulatan NKRI bukan untuk ditakuti hilang, tapi untuk dijaga dengan keputusan yang tepat. Dan hari ini, keputusan itu sedang dijalankan,ā€ pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasanggiri Mojang Jajaka Pangandaran 2026 Resmi Digelar, Ajang Seleksi Menuju Grand Final

24 April 2026 - 11:06 WIB

Satu Dekade Kebersamaan, Horison Palma Pangandaran Rayakan Anniversary ke-10

23 April 2026 - 21:58 WIB

STISIP BP Banjar Lantik Pengurus Baru DPM, BEM, Himpunan IP dan AB Periode 2025/2026

23 April 2026 - 16:07 WIB

Penguatan Kapasitas, KPID Jabar Gelar Pelatihan Khusus Jurnalis di Priangan Timur

23 April 2026 - 07:41 WIB

Disdikpora Pangandaran Evaluasi Program Pendidikan Karakter Melesat, Salat Jumat Tunggu Fatwa MUI

21 April 2026 - 12:09 WIB

Trending di Daerah