Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Headline

Warsun: Jangan Giring Opini, Kunjungan Menhan Adalah Langkah Strategis, Bukan Ancaman Kedaulatan

badge-check


					Warsun: Jangan Giring Opini, Kunjungan Menhan Adalah Langkah Strategis, Bukan Ancaman Kedaulatan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sekretaris Jenderal Brigade Rakyat Garuda Merah Putih, Warsun, menegaskan bahwa polemik yang berkembang terkait kunjungan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, ke Amerika Serikat tidak boleh dibiarkan menggiring opini publik keluar dari fakta sebenarnya, Jakarta, 17 April 2026.

Menurutnya, pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon adalah langkah strategis yang justru memperkuat posisi Indonesia, bukan sebaliknya.

“Ada kecenderungan narasi yang dibangun seolah-olah Indonesia melemah atau membuka celah kedaulatan. Ini keliru dan berbahaya. Negara ini tidak sedang ‘memberi’, tapi sedang ‘mengatur’ kepentingannya sendiri,” tegas Warsun.

Ia menyoroti isu overflight yang dijadikan bahan spekulasi publik. Menurutnya, isu tersebut telah dipelintir tanpa dasar kebijakan resmi, sementara pemerintah sudah menyampaikan posisi yang sangat jelas.

“Jangan memelintir diskursus strategis menjadi ketakutan publik. Tidak ada satu pun keputusan yang menyerahkan kedaulatan udara Indonesia. Titik. Kalau ada yang menggiring ke arah itu, patut dipertanyakan motifnya,” ujarnya.

Warsun juga mengingatkan bahwa dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia tidak bisa bersikap pasif atau defensif berlebihan.

“Kalau kita hanya sibuk curiga tanpa membaca arah, kita akan tertinggal. Diplomasi pertahanan itu bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal bagaimana memastikan Indonesia tetap kuat dan relevan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil Sjafrie Sjamsoeddin mencerminkan kepemimpinan yang memahami medan, bukan sekadar merespons tekanan opini.

“Ini bukan langkah coba-coba. Ini langkah terukur. Indonesia tidak sedang masuk ke orbit siapa pun, tapi memastikan tidak didikte oleh siapa pun,” tegasnya lagi.

Menutup pernyataannya, Warsun menekankan bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga dengan retorika, tetapi dengan strategi yang konkret dan keberanian mengambil posisi.

“Kedaulatan NKRI bukan untuk ditakuti hilang, tapi untuk dijaga dengan keputusan yang tepat. Dan hari ini, keputusan itu sedang dijalankan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah