LENSAPRIANGAN.COM – Sekretaris Jenderal Brigade Rakyat Garuda Merah Putih, Warsun, menegaskan bahwa polemik yang berkembang terkait kunjungan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, ke Amerika Serikat tidak boleh dibiarkan menggiring opini publik keluar dari fakta sebenarnya, Jakarta, 17 April 2026.
Menurutnya, pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon adalah langkah strategis yang justru memperkuat posisi Indonesia, bukan sebaliknya.
āAda kecenderungan narasi yang dibangun seolah-olah Indonesia melemah atau membuka celah kedaulatan. Ini keliru dan berbahaya. Negara ini tidak sedang āmemberiā, tapi sedang āmengaturā kepentingannya sendiri,ā tegas Warsun.
Ia menyoroti isu overflight yang dijadikan bahan spekulasi publik. Menurutnya, isu tersebut telah dipelintir tanpa dasar kebijakan resmi, sementara pemerintah sudah menyampaikan posisi yang sangat jelas.
āJangan memelintir diskursus strategis menjadi ketakutan publik. Tidak ada satu pun keputusan yang menyerahkan kedaulatan udara Indonesia. Titik. Kalau ada yang menggiring ke arah itu, patut dipertanyakan motifnya,ā ujarnya.
Warsun juga mengingatkan bahwa dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia tidak bisa bersikap pasif atau defensif berlebihan.
āKalau kita hanya sibuk curiga tanpa membaca arah, kita akan tertinggal. Diplomasi pertahanan itu bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal bagaimana memastikan Indonesia tetap kuat dan relevan,ā katanya.
Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil Sjafrie Sjamsoeddin mencerminkan kepemimpinan yang memahami medan, bukan sekadar merespons tekanan opini.
āIni bukan langkah coba-coba. Ini langkah terukur. Indonesia tidak sedang masuk ke orbit siapa pun, tapi memastikan tidak didikte oleh siapa pun,ā tegasnya lagi.
Menutup pernyataannya, Warsun menekankan bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga dengan retorika, tetapi dengan strategi yang konkret dan keberanian mengambil posisi.
āKedaulatan NKRI bukan untuk ditakuti hilang, tapi untuk dijaga dengan keputusan yang tepat. Dan hari ini, keputusan itu sedang dijalankan,ā pungkasnya. ***






