Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Bisnis

Sosok Yahya di Cimerak Pangandaran Sukses Usaha Tanaman Hias, Kini Tembus Pasar Jepang

badge-check


					Sosok Yahya di Cimerak Pangandaran Sukses Usaha Tanaman Hias, Kini Tembus Pasar Jepang Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Semangat dan kreativitas menjadi kunci keberhasilan Yahya Saepul Uyun, S.H., M.H., warga Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, dalam menjalankan usaha tanaman hias sejak tahun 2019 hingga sekaran

Di tengah kesibukannya sebagai dosen di Institut Nasional Nusantara Al-Farabi, Yahya konsisten mengembangkan bisnis tanaman hias yang kini mampu menembus pasar luar negeri.

Berawal dari ketertarikannya terhadap tanaman liar yang banyak tumbuh di wilayah Pangandaran, Yahya melihat peluang ekonomi dari tanaman yang sebelumnya dianggap tidak bernilai oleh masyarakat.

Satu tanaman yang berhasil Ia kembangkan yakni jenis Kadaka yang biasa menempel di pohon kelapa dan sering dianggap benalu.

“Tanaman itu saya manfaatkan dan dikreasikan, alhamdulillah sekarang menjadi bernilai ekonomis,” ungkapnya, Senin (25/5/2026).

Selain Kadaka, Yahya pun fokus mengembangkan tanaman jenis Huperzia dan berbagai tanaman hias lain yang kini sedang diminati pasar.

Menurutnya, pemasaran tanaman hias saat ini jauh lebih ramai dibandingkan awal dirinya merintis usaha. Selain penjualan secara langsung, Yahya pun memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasa

Hampir seluruh platform medsos digunakan untuk promosi. Tapi, sebagian besar transaksi dan komunikasi dengan pembeli dilakukan melalui WhatsApp.

Sejak memulai usaha pada 2019, Yahya selalu menyimpan nomor pelanggan maupun pecinta tanaman yang pernah membeli atau sekadar berkunjung ke tempat usahanya.

“Sekarang sudah ada sekitar 12 ribu nomor kontak pecinta tanaman di handphone saya. Jadi kalau membuat status WhatsApp, langsung banyak yang menghubungi,” kata Yahya.

Bahkan, ketersediaan tanaman miliknya kerap mengalami kekurangan karena tingginya permintaan pasar. Tak hanya melayani pasar lokal, tanaman hias milik Yahya dipasarkan ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura hingga Jepan.

Menurutnya, satu kunci sukses dalam usaha tanaman hias adalah mampu mengikuti tren dan selera pasar.”Dulu saat aglonema sedang booming, kita jualan aglonema. Sekarang pasarnya berkurang, jadi harus menyesuaikan lagi,” paparnya.

Selain mengikuti tren, kreativitas juga menjadi faktor penting dalam menarik minat pembeli. Yahya membuat berbagai variasi tanaman Kadaka agar memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding tanaman serupa di pasaran.

Mulai dari Kadaka gantung hingga kreasi tanaman yang dipadukan dengan batang pohon kelapa dibuat semenarik mungkin agar terlihat unik.”Kalau tampilannya menarik dan disebar di media sosial, biasanya cepat viral,” ucapnya.

Harga tanaman yang dijual pun bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu per tanaman. Menurut Yahya, menyediakan tanaman dengan harga murah menjadi satu strategi untuk menarik pasar.

Untuk memenuhi kebutuhan stok tanaman, Yahya pun memberdayakan sejumlah warga di Kabupaten Pangandaran.

Ada warga yang secara khusus mencari tanaman dari alam untuk kemudian dibudidayakan dan dijual kembali.

Menariknya, tanaman hias milik Yahya juga diminati sejumlah kalangan artis. Ia mengaku pernah mengirim tanaman kepada musisi Anji dan beberapa pelanggan lainnya dari kalangan publik figur.

Meski menjalankan usaha tanaman hias tidak selalu berjalan mulus, Yahya tetap bersyukur karena bisnis tersebut mampu menghidupi keluarganya.

“Sedihnya itu kalau ada tanaman yang mati. Tapi sukanya, usaha ini bisa menghidupi keluarga, bangun rumah, beli kebun dan mobil dari hasil jualan tanaman hias,” kata Yahya.

Selama hampir tujuh tahun menjalankan usaha, Yahya mengaku omzet minimal yang diperolehnya mencapai Rp 1 juta per hari.

“Alhamdulillah, usaha tanaman hias ini benar-benar membawa berkah,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LBH Ansor Nilai Penanganan Tumpahan Batubara di Pangandaran Lamban, Masyarakat Butuh Tindakan Nyata, Bukan Pencitraan

5 Juli 2026 - 17:49 WIB

Liburan ke Pangandaran Belum Lengkap Tanpa Mampir ke Saung Daun, Kuliner Lezat Harga Bersahabat

5 Juli 2026 - 15:00 WIB

Cegah Penipuan, Wondr by BNI Luncurkan Fitur Otomatis Kunci Aplikasi Saat Ada Telepon Masuk

4 Juli 2026 - 17:30 WIB

Stop Impor BBM Harus Dibangun Lewat Percepatan Kilang, Ketum JPKP Maret Sueken: Ini Soal Harga Diri Bangsa

3 Juli 2026 - 16:15 WIB

Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

1 Juli 2026 - 18:18 WIB

Trending di Daerah