Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Headline

Ramadhan 2024, Dapur Mimi di Pangandaran Banyak Terima Pesanan

badge-check


					Ramadhan 2024, Dapur Mimi di Pangandaran Banyak Terima Pesanan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM  –  Bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan barokah. Meski puasa, tidak sedikit orang yang sengaja mengais rezeki.

Seperti, mulai dari pengolahan buah kolang kaling dan menjual berbagai menu makanan takjil untuk berbuka puasa.

Selain itu, ada juga yang membuat beraneka ragam macam kue untuk hidangkan di momen bulan suci ramadhan.

Seperti yang dikerjakan Diana Mardiana (29) di RT 14/06 Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sudah 3 kali lebaran setiap hari Diana menghabiskan waktunya untuk memproduksi berbagai macam kue mulai dari kue basah hingga kue kering.

Tidak hanya siang hari, perempuan yang memiliki dua anak kembar ini sering membuat kue pesanan hingga larut malam.

Diana mengaku, bulan ramadhan tahun 2024 ini sudah cukup banyak menerima pesanan kue kering untuk lebaran nanti.

Pesanan kue kering yang masuk sudah ada sekitar 700 toples dan itu belum termasuk pesanan baru.

“Ukurannya macem-macem, ada toples yang besar, sedang dan ada yang kecil. Seminggu sebelum puasa, sebenarnya saya sudah produksi,” jelasnya di rumah kecilnya, Jum’at (29/3/2024).

Saat memproduksi kue kering, sehari harinya dia mengaku dibantu oleh kakak dan ibunya.

Ada beberapa kue kering diproduksi Diana yakni kue nastar, putri salju, kastangel, sagu keju, semprit susu, coklat mede, kacang mede, agar kering dan sebagainya.

“Kalau harganya itu variatif tergantung jenis dan beratnya. Seperti kue nastar, satu toples kecilnya Rp 20 ribu, toples ukuran besar Rp 40 ribu sampai Rp 65 ribu,” jelasnya.

Meskipun butuh ketelatenan yang ekstra, Ia bersyukur di bulan ramadhan ini hasil produksinya ramai diminati konsumen.

“Ya, alhamdulilah puasa menjadi bulan yang penuh barokah, rezeki selalu ngalir. Sama seperti bulan puasa di tahun sebelumnya, banyak pesanan kue kering,” ungkap Diana.

Selain kue kering, Dia pun memproduksi berbagai macam kue basah seperti kue brownies, bolu gulung, bolu panggang, bolu santan, kue ulang tahun dan berbagai jenis kue lainnya.

Kalau soal harga, itu tergantung ukuran dan jenisnya. Harga, mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 500 ribu per kuenya.

“Alhamdulillah, selain keu kering, banyak yang pesan kue basah. Ada yang buat buka puasa, ulang tahun dan menu buat lebaran idulfitri nanti,” ungkapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah

4 Februari 2026 - 14:44 WIB

VIRAL! Guru Mts di Pangandaran Geger ada Ulat Belatung pada Hidangan MBG

4 Februari 2026 - 14:32 WIB

Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada

4 Februari 2026 - 13:37 WIB

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Trending di Bisnis