Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Headline

Ramadhan 2024, Dapur Mimi di Pangandaran Banyak Terima Pesanan

badge-check


					Ramadhan 2024, Dapur Mimi di Pangandaran Banyak Terima Pesanan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM  –  Bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan barokah. Meski puasa, tidak sedikit orang yang sengaja mengais rezeki.

Seperti, mulai dari pengolahan buah kolang kaling dan menjual berbagai menu makanan takjil untuk berbuka puasa.

Selain itu, ada juga yang membuat beraneka ragam macam kue untuk hidangkan di momen bulan suci ramadhan.

Seperti yang dikerjakan Diana Mardiana (29) di RT 14/06 Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sudah 3 kali lebaran setiap hari Diana menghabiskan waktunya untuk memproduksi berbagai macam kue mulai dari kue basah hingga kue kering.

Tidak hanya siang hari, perempuan yang memiliki dua anak kembar ini sering membuat kue pesanan hingga larut malam.

Diana mengaku, bulan ramadhan tahun 2024 ini sudah cukup banyak menerima pesanan kue kering untuk lebaran nanti.

Pesanan kue kering yang masuk sudah ada sekitar 700 toples dan itu belum termasuk pesanan baru.

“Ukurannya macem-macem, ada toples yang besar, sedang dan ada yang kecil. Seminggu sebelum puasa, sebenarnya saya sudah produksi,” jelasnya di rumah kecilnya, Jum’at (29/3/2024).

Saat memproduksi kue kering, sehari harinya dia mengaku dibantu oleh kakak dan ibunya.

Ada beberapa kue kering diproduksi Diana yakni kue nastar, putri salju, kastangel, sagu keju, semprit susu, coklat mede, kacang mede, agar kering dan sebagainya.

“Kalau harganya itu variatif tergantung jenis dan beratnya. Seperti kue nastar, satu toples kecilnya Rp 20 ribu, toples ukuran besar Rp 40 ribu sampai Rp 65 ribu,” jelasnya.

Meskipun butuh ketelatenan yang ekstra, Ia bersyukur di bulan ramadhan ini hasil produksinya ramai diminati konsumen.

“Ya, alhamdulilah puasa menjadi bulan yang penuh barokah, rezeki selalu ngalir. Sama seperti bulan puasa di tahun sebelumnya, banyak pesanan kue kering,” ungkap Diana.

Selain kue kering, Dia pun memproduksi berbagai macam kue basah seperti kue brownies, bolu gulung, bolu panggang, bolu santan, kue ulang tahun dan berbagai jenis kue lainnya.

Kalau soal harga, itu tergantung ukuran dan jenisnya. Harga, mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 500 ribu per kuenya.

“Alhamdulillah, selain keu kering, banyak yang pesan kue basah. Ada yang buat buka puasa, ulang tahun dan menu buat lebaran idulfitri nanti,” ungkapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Listrik Kawasan Wisata, PLN Pangandaran Tarik Kabel Tanah Sepanjang 3 Kilometer

28 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Casabadia Villas Gelar Throwdown Manual Brew, Dorong Kualitas Kedai Kopi Pangandaran

27 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Anggaran Mentok Rp 42 Juta, Hanya 11 dari 21 Atlet Disabilitas dari Pangandaran Bisa Berangkat pada Peparda Jabar VII 

27 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pangandaran Turun ke Jalan Raya 

26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Trending di Daerah