Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Bisnis

Hari Tani, Ida Nurlaela Sambangi Kelompok Tani di Ciganjeng Pangandaran, Petani adalah Ruh Bangsa

badge-check


					Hari Tani, Ida Nurlaela Sambangi Kelompok Tani di Ciganjeng Pangandaran, Petani adalah Ruh Bangsa Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Ida Nurlaela Wiradinata melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Mekar Bayu yang berada di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (15/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Hj. Ida menyampaikan harapannya agar arah kebijakan politik dan anggaran negara lebih berpihak kepada petani.

Menurutnya, pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi menyangkut hak dasar manusia yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.

“Jika sebuah negara kekurangan pangan, maka akan timbul persoalan besar, bahkan bisa mengarah pada bencana kelaparan.”

“Pangandaran ini punya potensi alam luar biasa, dan sudah seharusnya anggaran negara dialokasikan lebih banyak untuk mendukung kebijakan pertanian,” ujar Ida.

Ia menegaskan bahwa petani merupakan tulang punggung bangsa sejak dahulu, dan tetap menjadi kekuatan utama dalam pembangunan nasional, terutama dalam bidang ketahanan pangan.

Ida pun menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dan pengembangan agroindustri sebagai solusi dalam menghadapi tantangan zaman.

“Sekarang kita hidup di era digital. Petani harus didorong untuk melek teknologi dan terlibat dalam agroindustri. Dengan begitu, hasil pertanian bisa meningkat, dan nilai tambahnya pun lebih besar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida juga menyampaikan dukungannya terhadap program sertifikasi pangan untuk menjamin kualitas produk pertanian.

Ia mendorong para petani untuk tidak lelah dalam berjuang menghasilkan pangan yang berkualitas bagi bangsa.

Namun demikian, Ia juga menyoroti kekhawatiran terkait semakin berkurangnya jumlah petani muda. Banyak petani saat ini yang sudah berusia lanjut dan minim regenerasi.

“Petani kita hampir punah. Banyak yang sudah tua, dan generasi mudanya enggan melanjutkan.”

“Padahal, bertani bukan pekerjaan yang melelahkan jika dilakukan dengan cara yang modern. Justru ini adalah sumber kehidupan, terutama di daerah,” ungkap Ida.

Ida berharap ke depan lebih banyak anak muda tertarik untuk menekuni dunia pertanian, khususnya di tengah kemajuan teknologi yang dapat membantu mereka dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

“Dengan semangat dan dukungan yang tepat, para petani muda bisa menjadi ujung tombak penguatan pangan Indonesia,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah