Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Kesehatan

Kadinkes Pangandaran Sayangkan peristiwa Salah Ambil Jenazah di RSUD Pandega 

badge-check


					Kepala Dinas kesehatan kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi Perbesar

Kepala Dinas kesehatan kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi

LENSAPRIANGAN.COM – Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi meminta pihak RSUD Pandega lebih memperhatikan keluhan dari masyarakat, terutama warga Pangandaran.

Pernyataan tersebut Imbas dari keluhan salah satu masyarakat pangandaran yang salah mengambil jenazah beberapa hari lalu.

 

Yadi mengungkapkan, seharusnya kesalahan seperti itu tidak perlu terjadi di RSUD Pandega.

 

Pihaknya meminta, pengawasan dari pihak manajemen RSUD Pandega harus lebih diketatkan agar tidak terjadi kesalahan serupa.

 

“Pengawasan dari pihak manajemen terhadap yang dibawahnya harus lebih intensif lagi, agar kesalahan ambil jenazah tidak terulang kembali”, kata Yadi saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Senin, (1/7/2024).

 

Ia juga menekankan, pihak RSUD Pandega harus betul-betul memperhatikan keluhan dan masukan dari masyarakat.

 

hal tersebut demi kemajuan rumah sakit RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran.

 

“Keluhan masyarakat terkait pelayan tentunya harus menjadi bahan koreksi dan evaluasi agar kualitas pelayananya betul-betul di jalankan lebih baik lagi,” katanya.

 

Ia menyebut, dengan waktu dekat, pihaknya akan menemui pihak RSUD Pandega untuk berkoordinasi membahas semua keluhan-keluhan dari masyarakat.

 

“Nanti suatu saat saya akan ke RSUD untuk berkomunikasi terkait yang bersangkutan dengan keluhan masyarakat,” ungkapnya.

 

Sebelumnya dikabaran, Seorang warga Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Wagino Sabar (55) salah ambil jenazah.

 

Penyebab kejadian tersebut diduga minimnya penerangan di kamar mayat RSUD Pandega Pangandaran, Jawa Barat.

 

Sabar menjelaskan, Kejadian bermula ketika pihaknya menerima kabar dari tetangganya pada minggu (16/6) lalu sekitar pukul 04:00 pagi.

 

Kejadian tersebut juga menuai respon dari ketua Aliansi Pangandaran Sehat (APS) Kabupaten Pangandaran, Tian Kadarisman.

 

“Hal ini harus menjadi evaluasi buat rumah sakit. Jangan malah kembali menyalahkan kepada masyarakat,” kata Tian beberapa hari lalu.

 

Dia juga mengaku banyak aduan yang bermunculan soal pelayanan RSUD Pandega Pangandaran belakangan ini.

 

“Banyak masyarakat yang mengeluh tentang pelayanan kesehatan. Entah dari sosial media atau menghubungi langsung kepada kami,” Ujar Tian (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah