Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Daerah

PJU Tak Maksimal, Perindo Pangandaran Soroti Biaya Rp7 Miliar

badge-check


					Ilustrasi by web Perbesar

Ilustrasi by web

Pangandaran,LENSAPRIANGAN.COM – Politikus partai Perindo Pangandaran Jawa Barat, Cecep Nurhidayat menyoroti anggaran sebesar Rp 7 miliar pertahun untuk penerangan jalan umum (PJU).

Sebab, dia menilai banyak PJU di jalan raya Pangandaran mati permanen.

“Sangat disayangkan dan sangat kecewa,” ujar Cecep melalui pesan suara WhatsApp Minggu, (15/9/2024) malam.

Cecep yang juga ketua DPD partai Perindo Pangandaran mengaku miris melihat kondisi tersebut.

Ia menunjukkan contoh di jalan utama perbatasan yakni Sambong Pangandaran. Menurutnya, di jalan raya tersebut banyak PJU yang mati.

Padahal kata dia, belum lama proyek PJU baru dilaksanakan dengan anggaran yang sangat besar.

Melihat kondisi itu, Cecep pernah menanyakan masalah tersebut ke dinas perhubungan (Dishub) Pangandaran saat dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Pangandaran periode 2019 – 2024 kemarin.

Cecep mengungkapkan, menurut keterangan Dishub Pangandaran, bahwasanya untuk penanggulangan, perbaikan dan pemeliharaan PJU tersebut ranahnya di pusat. Sementara, waktu itu tidak ada anggaranya.

Padahal sepengetahuannya, anggaran penerangan PJU ini ditanggung perbulannya oleh masyarakat. Bahkan ia melihat anggaran untuk PJU se-Pangandaran sebesar Rp 7 miliar.

“Tapi sayangnya kenapa penerangan di jalan umum, khususnya jalur wisata ini yang ramai dengan hilirnya para wisatawan tidak maksimal malah banyak yang mati,” ujarnya.

Menurut Cecep, minimnya PJU menjadi keluhan wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Pangandaran. Keluhan itu disampaikan wisatawan dari Bandung dan luar daerah lain kepada dirinya.

Dia juga mengklaim masalah tersebut pemicu terjadinya kecelakaan di kabupaten Pangandaran semakin meningkat.

Oleh sebab itu, dia meminta kepada anggota DPRD Pangandaran yang terpilih agar menyikapi maslahah ini dengan serius.

“Untuk anggota DPRD yang baru, tolong untuk penerangan ini di maksimalkan, karena seringkali banyak kecelakaan lalulintas di jalan raya ini, sampai banyak yang meninggal gara-gara kurang penerangan,” kata dia.

Hingga berita ini di tayangkan belum ada keterangan resmi dari Dishub Pangandaran (art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Ram Cek Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Periksa Bus Umum di Terminal Pangandaran

16 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Daerah