Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

SMKN 1 Kalipucang Pangandaran Optimalkan Kombel, Ini Targetnya

badge-check


					Pembentukan komunitas belajar di SMKN 1 Kalipucang Perbesar

Pembentukan komunitas belajar di SMKN 1 Kalipucang

Pangandaran, LENSAPRIANGAN.COM – SMKN 1 Kalipucang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat melakukan pembentukan dan Optimalisasi komunitas belajar (Kombel).

Inovasi itu dibuat agar memenuhi keinginan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Kepala Sekolah Tina Nurhayati melalui ketua pelaksana workshop, Paryono mengatakan, pihaknya telah melakukan dua kegiatan. Pertama, tentang pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar.

“Yang kedua, tentang implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila (P5),” kata Paryono di area sekolah Senin, (19/8/2024).

Ia menjelaskan, secara umum komunitas belajar di sekolah ada tiga yakni, komunitas belajar disekolah, komunitas antar sekolah dan komunitas secara daring melalui PMM.

 

Menurut Paryono, komunitas belajar di sekolah biasanya di bentuk komunitas kecil terlebih dulu.

“Di dalam kelompok belajar itu biasanya ada lima orang atau lebih. Dimana nanti setiap orang itu akan berperan sebagai pemateri. (Bergantian dengan yang lain),” katanya.

 

Nantinya, lima orang tersebut membahas mode pembelajaran yang digunakan tentang permasalahan yang dihadapi dalam mengajar.

Hal itu supaya masalah dalam mengajar di sekolah SMKN 1 Kalipucang bisa terpecahkan.

“Dengan tujuan proses pembelajaran itu tetap berpihak kepada murid. Jadi nanti mengkoordinir seusai keinginan murid,” ungkapnya.

Sebab, menurutnya keinginan peserta didik tersebut berbeda-beda dalam menangkap materi ketika dalam pembelajaran.

“Ada gaya belajar Visual, auditory ataupun kinestetik,” jelasnya.

Heri setiawan staf hubin menambahkan, dengan inovasi tersebut berharap bisa menjawab permasalahan yang ada di peserta didik itu sendiri.

 

Ia juga menegaskan, keinginan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar sangat beragam.

“Karena kan, kita tidak bisa menjawab satu persatu keinginan anak. Makanya kita cari solusi menggunakan alternatif itu supaya semuanya terpenuhi,” katanya. (art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah