Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Komisioner BAZNAS Kota Banjar Diduga Kuat Berpihak Kepada Salah Satu Paslon

badge-check


					Logo baznas by web Perbesar

Logo baznas by web

Banjar, LENSAPRIANGAN.COM – Perhelatan Pilkada di Kota Banjar sudah memasuki tahapan verifikasi berkas pasangan calon. Namun kini sudah mulai tercium aroma kurang sedap yang mengarah kepada salah satu pasangan calon.

Pasalnya adanya oknum yang memiliki posisi strategis di institusi pengelola zakat infaq dan sodaqoh. Dari sejumlah bukti yang dihimpun, oknum tersebut merupakan salah satu komisioner di BAZNAS Kota Banjar.

“Hasil analisa kami, karena jabatan yang melekat kepada RS (komisioner BAZNAS) yang sekarang ini menunjukan keberpihakan secara terbuka kepada salah satu calon dapat diduga kuat beliau menyalahagunakan keweangannya untuk memenangkan paslon tertentu,” kata Aan Setiana, Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Banjar, Senin (2/09/2024).

 

Ia mengaku, sangat kecewa dengan hal tersebut. Betapa tidak, dana umat yang dikelola BAZNAS itu cukup besar dan merupakan amanat dari kaum muslim di Banjar untuk diberikan kepada yang berhak sesuai dengan asnaf.

Oleh sebab itu, pihaknya merasa prihatin dengan adanya ulah oknum tersebut.

 

“Jika memang dana umat itu digunakan untuk pemenangan calon sungguh sangat biadab. Dan, kami sangat mengutuk keras,” tandasnya.

Padahal dia mengaku pada tahun 2020 lalu dirinya pernah memperingatkan BAZNAS pada salah satu program yang penerimanya saat itu pondok pesantren.

Program yang diberikan berupa bantuan alat untuk usaha isi ulang air minum. Aan menganggap alat itu nilainya terlalu mahal. Kemudian pihaknya sempat berkomunikasi dan akhirnya program tersebut tidak dilanjutkan.

“Kami ingin pengelolaan dana umat tersebut dilakukan sebaik mungkin. Jangan sampai dijadikan bahan keuntungan bagi sebagian pihak dan golongan. Karena sejatina dana tersebut tidak boleh dopermainkan,” katanya

 

Terpisah, komisioner BAZNAS Kota Banjar Ruswa Sumarna menyangkal tuduhan tersebut. Kata Ruswa, dirinya datang dalam kegiatan dari salah satu paslon itu mengatasnamakan pribadi bukan komisioner BAZNAS.

“Itu atas nama pribadi. Saya kan punya hak pilih masa semuanya saya pilih,” kata Ruswa (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah