Menu

Mode Gelap
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

Daerah

RESMI! PAW MUI Kabupaten Pangandaran Telah Dikukuhkan

badge-check


					RESMI! PAW MUI Kabupaten Pangandaran Telah Dikukuhkan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dikukuhkan.

Ketua MUI sebelumnya yakni, KH Otong Aminudin yang meninggal dunia di tahun 2024 dan kini digantikan KH Harun Al Aziz melalui proses PAW.

Pengukuhan itu dihadiri pengurus MUI tingkat Kecamatan, sejumlah pejabat daerah, Ketua DPRD, Bupati Jeje, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran terpilih, serta pengurus MUI Provinsi Jawa Barat.

Ketua MUI Provinsi Jawa Barat, Prof KH Rachmat Syafei, mengatakan, peran MUI di Kabupaten Pangandaran melayani umat dan juga mitra pemerintah.

“Kebijakannya, itu harus berkolaborasi dengan MUI dan harus saling mendukung. Tentu, kebijakan yang sesuai dengan syariah islam,” katanya di gedung IC Pangandaran, Senin (10/2/2025).

MUI itu jangan segan untuk memberikan masukan ke Pemerintah Kabupaten Pangandaran.” Karena, ulama-ulama ini nanti mengawasi kemana kebijakan itu,” ungkap dia.

Menurutnya, jika kebijakannya yang sudah ditetapkan dan tidak melenceng dari syariat Islam itu wajib didukung.

“Tapi, terus tidak bosan untuk mengingatkan Pemerintah. Jangan segan pula menolak jiga melenceng,” kata Rachmat.

Usai Ramai Bersitegang dengan Bupati, Camat di Pangandaran Minta Maaf

Rahmat menganggap, warga di wilayah Pangandaran kini sudah cukup relijius dan banyak sekali majelis-majelis, pengajian, hingga fasilitasnya juga sudah syar’i.

“Sekarang yang sudah ada, saya juga ikut bangga dan berbahagia. Di mana sudah ada hotel syariah di Pangandaran,” paparnya.

Dia menegaskan, MUI jangan hanya sekedar mengeluarkan fatwa tapi harus ikut mendorong penerapan syariah dalam sektor pembangunan.

Memiliki Historis, HDCI Bandung Lantik Anggota Baru di Pantai Pangandaran

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata berharap, MUI memperkokoh pelayanan dalam kepentingan umat dan juga mempererat kemitraan dengan Pemda Kabupaten Pangandaran.

“Masyarakat ini tergantung pola kemitraan pemerintah dengan ulama. Saya ketika perbedaan, apapun saya sering datang ke ulama,” paparnya. [©]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta

20 Juni 2026 - 14:24 WIB

SPPG di Pangandaran Kembali Normal, Operasional Libur Sementara Ikuti Kalender Sekolah

20 Juni 2026 - 14:11 WIB

LBH Ansor Pangandaran Desak Investigasi Tumpahan Batu Bara, Harus Ada Pemulihan dan Penegakan Hukum

19 Juni 2026 - 16:52 WIB

Resmikan Jalan Jembatan Cantilan, Ida Nurlaela Dorong Konektivitas Pangandaran–Tasikmalaya dan Akses Ekonomi Warga

16 Juni 2026 - 14:11 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Banjar Bagikan 150 Paket Sembako untuk Pengemudi Becak

15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Daerah