Menu

Mode Gelap
Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box

Bisnis

Hari Tani, Ida Nurlaela Sambangi Kelompok Tani di Ciganjeng Pangandaran, Petani adalah Ruh Bangsa

badge-check


					Hari Tani, Ida Nurlaela Sambangi Kelompok Tani di Ciganjeng Pangandaran, Petani adalah Ruh Bangsa Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Ida Nurlaela Wiradinata melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Mekar Bayu yang berada di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (15/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Hj. Ida menyampaikan harapannya agar arah kebijakan politik dan anggaran negara lebih berpihak kepada petani.

Menurutnya, pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi menyangkut hak dasar manusia yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.

“Jika sebuah negara kekurangan pangan, maka akan timbul persoalan besar, bahkan bisa mengarah pada bencana kelaparan.”

“Pangandaran ini punya potensi alam luar biasa, dan sudah seharusnya anggaran negara dialokasikan lebih banyak untuk mendukung kebijakan pertanian,” ujar Ida.

Ia menegaskan bahwa petani merupakan tulang punggung bangsa sejak dahulu, dan tetap menjadi kekuatan utama dalam pembangunan nasional, terutama dalam bidang ketahanan pangan.

Ida pun menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dan pengembangan agroindustri sebagai solusi dalam menghadapi tantangan zaman.

“Sekarang kita hidup di era digital. Petani harus didorong untuk melek teknologi dan terlibat dalam agroindustri. Dengan begitu, hasil pertanian bisa meningkat, dan nilai tambahnya pun lebih besar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida juga menyampaikan dukungannya terhadap program sertifikasi pangan untuk menjamin kualitas produk pertanian.

Ia mendorong para petani untuk tidak lelah dalam berjuang menghasilkan pangan yang berkualitas bagi bangsa.

Namun demikian, Ia juga menyoroti kekhawatiran terkait semakin berkurangnya jumlah petani muda. Banyak petani saat ini yang sudah berusia lanjut dan minim regenerasi.

“Petani kita hampir punah. Banyak yang sudah tua, dan generasi mudanya enggan melanjutkan.”

“Padahal, bertani bukan pekerjaan yang melelahkan jika dilakukan dengan cara yang modern. Justru ini adalah sumber kehidupan, terutama di daerah,” ungkap Ida.

Ida berharap ke depan lebih banyak anak muda tertarik untuk menekuni dunia pertanian, khususnya di tengah kemajuan teknologi yang dapat membantu mereka dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

“Dengan semangat dan dukungan yang tepat, para petani muda bisa menjadi ujung tombak penguatan pangan Indonesia,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Syarat Pengetahuan Dasar Seorang Jurnalis maupun Wartawan

15 April 2026 - 18:45 WIB

Peresmian Masjid Megah Jami Al-Gandara di Pangandaran

15 April 2026 - 15:59 WIB

Polemik Penebangan Pohon di Pangandaran, Pemilik Lahan Ungkap Kronologi

15 April 2026 - 08:28 WIB

Jadi Percontohan Nasional, Polda Jabar Sukses Tanam Ribuan Hektare Jagung

13 April 2026 - 15:24 WIB

Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang

12 April 2026 - 14:35 WIB

Trending di Daerah