Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Daerah

Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi

badge-check


					Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejumlah pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Pangandaran menyampaikan protes kepada Bupati Pangandaran terkait kebijakan pengelolaan parkir yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.

Satu pelaku usaha, Hakim, mengungkapkan kebijakan tersebut memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

Ia menyebut, banyak pihak merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang diterapkan dinilai tidak berpihak pada kepentingan bersama.

ā€œKami para pelaku usaha di pantai merasakan langsung dampaknya. Banyak yang tidak puas karena kebijakan ini seolah tidak mempertimbangkan kondisi di lapangan,ā€ ujar Hakim, saat di wawancarai, Jum’at (3/4/2026).

Ia menambahkan, kebijakan penataan parkir yang dipusatkan di satu titik telah berdampak pada menurunnya pendapatan para pelaku usaha, termasuk jasa transportasi lokal seperti beca motor.

Para pengemudi beca motor kini kesulitan mendapatkan penumpang karena wisatawan diarahkan menggunakan layanan shuttle yang disediakan pemerintah.

ā€œBanyak pengemudi beca motor tidak kebagian penumpang. Sementara shuttle jumlahnya terbatas, sehingga tetap terjadi penumpukan dan kemacetan di titik tertentu,ā€ jelasnya.

Hakim juga menilai, kebijakan tersebut belum memberikan solusi yang menyeluruh, bahkan cenderung menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata.

Menurutnya, regulasi yang dibuat seharusnya tepat sasaran dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Ia menegaskan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan kepentingan segelintir pihak.

ā€œKami ingin ada evaluasi bersama. Pemerintah harus menciptakan aturan yang adil dan tidak berpihak pada kelompok tertentu saja,ā€ tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta Bupati Pangandaran untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini turut berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Hakim juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak bersifat sementara atau hanya muncul pada momen tertentu tanpa solusi jangka panjang.

Menurutnya, kebijakan yang tidak matang justru berpotensi memicu konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

ā€œBupati harus bisa merasakan keresahan masyarakat. Jangan sampai kebijakan pemerintah hanya menguntungkan kelompok tertentu. Kami ingin Pangandaran maju, tapi semua harus dilibatkan,ā€ pungkasnya.

Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk meninjau ulang kebijakan tersebut demi menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat di kawasan wisata Pangandaran. (EFUL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

First Aid vs Grim Reaper, Mahasiswa Keperawatan Unpad Pangandaran Dukung Kesiapsiagaan Wisata Menjadi Pariwisata Kelas Dunia

23 Mei 2026 - 16:32 WIB

Mengenang Tragedi Mei 1998 di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran

22 Mei 2026 - 19:05 WIB

Galian C Diduga Ilegal di Pangandaran Masih Beroperasi, Timbulkan Kerusakan Lingkungan

21 Mei 2026 - 13:40 WIB

Pemkot Banjar Bersama Kemendes PDTT Salurkan Bansos dan 1.500 Sak Semen untuk Warga

17 Mei 2026 - 12:59 WIB

Bersama Petani, Polres Banjar Panen Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan Nasional

16 Mei 2026 - 21:09 WIB

Trending di Daerah