Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Luapan Sungai Citanduy, Dua Kecamatan di Pangandaran Terendam Banjir

badge-check


					Luapan Sungai Citanduy, Dua Kecamatan di Pangandaran Terendam Banjir Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Citanduy meluap.

Akibatnya, ratusan rumah di sejumlah desa di Kabupaten Pangandaran terendam banjir, Selasa (11/11/2025).

Banjir melanda sejumlah desa, di antaranya Desa Sukanegara dan Desa Ciganjeng di Kecamatan Padaherang, serta Desa Pamotan dan Desa Kalipucang di Kecamatan Kalipucang.

Air dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter merendam permukiman warga, terutama di wilayah Desa Sukanegara.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, mengatakan banjir terjadi di dua kecamatan yakni Padaherang dan Kalipucang.

“Di Pamotan Kalipucang laporan sementara ada sekitar 115 rumah yang terdampak. Di Sukanegara Padaherang ada 23 kepala keluarga (KK), dan di Desa Kalipucang terdapat tiga dusun yang terendam banjir,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian warga di Desa Sukanegara yang tinggal dekat tanggul Sungai Citanduy terpaksa mengungsi karena ketinggian air sudah berbahaya.

“Ada dua KK yang sudah mengungsi. Warga lainnya masih bertahan karena sudah terbiasa dengan kondisi banjir, padahal air sudah setinggi sekitar satu meter,” ungkap Nana.

Banjir itu juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Hingga kini, relawan Tagana bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan dan asesmen di sejumlah lokasi terdampak.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Selain di Pangandaran, intensitas hujan tinggi juga terjadi di Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang memperparah debit air Sungai Citanduy.

“Karena kita berada di hilir sungai, otomatis terdampak luapan sungai Citanduy,” ungkap Nana. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah