Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Daerah

RESMI! PAW MUI Kabupaten Pangandaran Telah Dikukuhkan

badge-check


					RESMI! PAW MUI Kabupaten Pangandaran Telah Dikukuhkan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dikukuhkan.

Ketua MUI sebelumnya yakni, KH Otong Aminudin yang meninggal dunia di tahun 2024 dan kini digantikan KH Harun Al Aziz melalui proses PAW.

Pengukuhan itu dihadiri pengurus MUI tingkat Kecamatan, sejumlah pejabat daerah, Ketua DPRD, Bupati Jeje, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran terpilih, serta pengurus MUI Provinsi Jawa Barat.

Ketua MUI Provinsi Jawa Barat, Prof KH Rachmat Syafei, mengatakan, peran MUI di Kabupaten Pangandaran melayani umat dan juga mitra pemerintah.

“Kebijakannya, itu harus berkolaborasi dengan MUI dan harus saling mendukung. Tentu, kebijakan yang sesuai dengan syariah islam,” katanya di gedung IC Pangandaran, Senin (10/2/2025).

MUI itu jangan segan untuk memberikan masukan ke Pemerintah Kabupaten Pangandaran.” Karena, ulama-ulama ini nanti mengawasi kemana kebijakan itu,” ungkap dia.

Menurutnya, jika kebijakannya yang sudah ditetapkan dan tidak melenceng dari syariat Islam itu wajib didukung.

“Tapi, terus tidak bosan untuk mengingatkan Pemerintah. Jangan segan pula menolak jiga melenceng,” kata Rachmat.

Usai Ramai Bersitegang dengan Bupati, Camat di Pangandaran Minta Maaf

Rahmat menganggap, warga di wilayah Pangandaran kini sudah cukup relijius dan banyak sekali majelis-majelis, pengajian, hingga fasilitasnya juga sudah syar’i.

“Sekarang yang sudah ada, saya juga ikut bangga dan berbahagia. Di mana sudah ada hotel syariah di Pangandaran,” paparnya.

Dia menegaskan, MUI jangan hanya sekedar mengeluarkan fatwa tapi harus ikut mendorong penerapan syariah dalam sektor pembangunan.

Memiliki Historis, HDCI Bandung Lantik Anggota Baru di Pantai Pangandaran

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata berharap, MUI memperkokoh pelayanan dalam kepentingan umat dan juga mempererat kemitraan dengan Pemda Kabupaten Pangandaran.

“Masyarakat ini tergantung pola kemitraan pemerintah dengan ulama. Saya ketika perbedaan, apapun saya sering datang ke ulama,” paparnya. [©]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Ram Cek Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Periksa Bus Umum di Terminal Pangandaran

16 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Daerah