Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Daerah

50 Ekor Sapi di Pangandaran Terjual di H-10 Idul Adha

badge-check


					Sapi milik Rasim Perbesar

Sapi milik Rasim

LENSAPRIANGAN.COM – Menjelang Idul Adha 2024, peternak sapi di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran ludes terjual.

Peternak Sapi, Rasim mengaku sudah menjual Sebanyak 50 ekor dari 70 ekor sapi kurban di H -10 idul Adha.

“Idul Adha tahun ini, Alhamdulilah kondisi penjualan tetap stabil,” kata Rasim kepada wartawan, Kamis (6/6/2024) pagi.

Untuk harga sapi di tempatnya, ia mematok harga dari Rp 16 juta hingga Rp 45 juta per ekor.

“Harga tertinggi itu Rp 45 juta. Barusan juga ada orang Parigi datang ke sini. Mudah-mudahan sapinya laku semua,” ungkapnya.

Rasim mengatakan, menjual sapi kurban tidak hanya di Pangandaran, akan tetapi hingga luar kota.

Rasim juga mengaku menyediakan jasa siap antar untuk pembelian di luar kota.

“Paling jauh itu kita ke Bandung, kita antar sampai alamatnya. Si pembeli tinggal menerima di halaman rumah saja,” kata Rasim.

Oleh karena itu, banyak pembeli yang merasa puas membeli sapi ditempatnya. Sebab, mereka tidak perlu menyewa kendaraan.

“Untuk membawa sapi tersebut, kita yang antar sampai rumah,” ucapnya.

Meski demikian, ia pun pernah terkendala dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang peliharaannya itu.

Akibatnya, satu ekor terpaksa harus disembelih paksa di kandang.

Untuk menangani wabah tersebut, Rasim punya cara dengan menggunakan rempah – rempah tradisional.

“paling pakai jahe, kunyit dan herbal lainnya. Soalnya, kalau disuntik terus-terusan, kan kita harus mengeluarkan biaya banyak,” ucap Rasim. (art).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Ram Cek Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Periksa Bus Umum di Terminal Pangandaran

16 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Daerah