Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Daerah

50 Ekor Sapi di Pangandaran Terjual di H-10 Idul Adha

badge-check


					Sapi milik Rasim Perbesar

Sapi milik Rasim

LENSAPRIANGAN.COM – Menjelang Idul Adha 2024, peternak sapi di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran ludes terjual.

Peternak Sapi, Rasim mengaku sudah menjual Sebanyak 50 ekor dari 70 ekor sapi kurban di H -10 idul Adha.

“Idul Adha tahun ini, Alhamdulilah kondisi penjualan tetap stabil,” kata Rasim kepada wartawan, Kamis (6/6/2024) pagi.

Untuk harga sapi di tempatnya, ia mematok harga dari Rp 16 juta hingga Rp 45 juta per ekor.

“Harga tertinggi itu Rp 45 juta. Barusan juga ada orang Parigi datang ke sini. Mudah-mudahan sapinya laku semua,” ungkapnya.

Rasim mengatakan, menjual sapi kurban tidak hanya di Pangandaran, akan tetapi hingga luar kota.

Rasim juga mengaku menyediakan jasa siap antar untuk pembelian di luar kota.

“Paling jauh itu kita ke Bandung, kita antar sampai alamatnya. Si pembeli tinggal menerima di halaman rumah saja,” kata Rasim.

Oleh karena itu, banyak pembeli yang merasa puas membeli sapi ditempatnya. Sebab, mereka tidak perlu menyewa kendaraan.

“Untuk membawa sapi tersebut, kita yang antar sampai rumah,” ucapnya.

Meski demikian, ia pun pernah terkendala dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang peliharaannya itu.

Akibatnya, satu ekor terpaksa harus disembelih paksa di kandang.

Untuk menangani wabah tersebut, Rasim punya cara dengan menggunakan rempah – rempah tradisional.

“paling pakai jahe, kunyit dan herbal lainnya. Soalnya, kalau disuntik terus-terusan, kan kita harus mengeluarkan biaya banyak,” ucap Rasim. (art).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah

4 Februari 2026 - 14:44 WIB

VIRAL! Guru Mts di Pangandaran Geger ada Ulat Belatung pada Hidangan MBG

4 Februari 2026 - 14:32 WIB

Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada

4 Februari 2026 - 13:37 WIB

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Trending di Bisnis