Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Daerah

Siswa MTs Al Khoeriyah Pangandaran Belajar Diemperan Akibat Kebakaran 

badge-check


					Penampakan pasca kebakaran Perbesar

Penampakan pasca kebakaran

Pangandaran, LENSAPRIANGAN.COM – Pasca kebakaran akibat konsleting listrik pada bulan lalu, bangunan sekolah MTs Al Khoeriyah Sidamulih belum diperbaiki lantaran tidak punya biaya.

Sekolah tersebut berlokasi di Dusun Gembor Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

 

Menurut Kepala Sekolah Farhan Mausul Alawi, si jago merah melahap atap bangunan. Akibatnya kondisi atap rusak dan sebagian atap ambruk.

 

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, terpaksa kegiatan belajar mengajar (KBM) kelas IX di pindahkan di area luar masjid.

 

“Pelajar kelas IX belajarnya di emperan masjid,” kata kepsek kepada FOKUSJabar.id Rabu, (21/8/2024).

 

Sementara untuk perbaikan bangunan, Farhan membutuhkan biaya sekitar Rp 150 juta. Ia mengaku saat ini baru mengumpulkan sebesar Rp 13 juta lebih dari berbagai donatur.

 

Diantaranya, dari Baznas provinsi sebesar Rp 7,5 juta, Baznas kabupaten Pangandaran Rp 2,4 juta , LazisNU provinsi Rp 2 juta dan LP Ma’arif Rp 2 juta.

 

“Tapi anggaran itu belum bisa digunakan. Karena belum mencukupi,” ujarnya.

 

Ia berharap ada bantuan dari dinas terkait, terlebih dari dinas BPBD kabupaten Pangandaran supaya bangunan tersebut bisa segera diperbaiki.

 

“Saya berharap ada uluran tangan dari para dermawan terutama dinas kementerian agama (Kemenag) dan BPBD. Karena ini kan bencana,” harapnya.

 

Untuk informasi, Siswa-siswi di MTs Al Khoeriyah Sidamulih sebanyak 104 dari 4 rombongan belajar (Rombel). Kelas VII 1 rombel, kelas VIII 2 rombel dan kelas IX 1 rombel. (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah

4 Februari 2026 - 14:44 WIB

VIRAL! Guru Mts di Pangandaran Geger ada Ulat Belatung pada Hidangan MBG

4 Februari 2026 - 14:32 WIB

Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada

4 Februari 2026 - 13:37 WIB

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Trending di Bisnis