Menu

Mode Gelap
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

Daerah

Pilkada Pangandaran, Bawaslu sebut 2 Pasang Calon Rawan Konflik 

badge-check


					Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan Perbesar

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan

LENSAPRIANGAN.COM – Bawaslu Kabupaten Pangandaran menyebut, sangat rawan konflik bila kontestasi Pilkada 2024 hanya dilakukan oleh dua pasang (head to head).

“Ya, tentunya sangat rawan, seperti Pilkada tahun 2020 lalu. Itu menjadi salah satu contoh,” kata ketua Bawaslu, Iwan Yudiawan kepada sejumlah wartawan, Jumat (7/6/2024)

 

Namun apapun itu, pihaknya melakukan antisipasi atau langkah-langkah preventif untuk mencegah hal tersebut bisa terjadi.

 

Meski 2 pasang calon kata dia, bukan tidak mungkin kesejukan bisa terjadi. Menurutnya, kembali lagi ke diri kita masing-masing.

 

“Termasuk awak media bisa menjaga dalam proses pemberitanya, tidak ada unsur-unsur provokatif atau unsur lainya, dan bisa menjaga kesejukan proses pilkada 2024 ini,” katanya.

 

Iwan menjelaskan, wilayah rawan konflik terletak di daerah padaherang. Hal tersebut berdasarkan pengalaman Pilkada tahun lalu.

 

Sebab, di wilayah tersebut indikatornya ada elit politik dan Secara Geografisnya wilayah padaherang sangat luas.

 

Bahkan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) nya terbanyak dibanding wilayah lain. Selain itu juga, perbatasan ke Ciamis dan perbatasan lainya.

 

“Itu menjadi salah satu fokus pengawasan kami,” kata dia.

 

Upaya Bawaslu menekan kerawanan konflik dengan cara pemetaan di seluruh jajaran Bawaslu hingga ke tingkat desa.

 

“Kami sudah intruksikan melakukan pemetaan potensi kerawanan di masing-masing desa, habis itu ke kecamatan terus ke kabupaten,” katanya.

 

Iwan mengatakan, pekan depan pihaknya sudah bisa menganalisa potensi-potensi kerawanan yang terdapat di Kabupaten Pangandaran. (art).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta

20 Juni 2026 - 14:24 WIB

SPPG di Pangandaran Kembali Normal, Operasional Libur Sementara Ikuti Kalender Sekolah

20 Juni 2026 - 14:11 WIB

LBH Ansor Pangandaran Desak Investigasi Tumpahan Batu Bara, Harus Ada Pemulihan dan Penegakan Hukum

19 Juni 2026 - 16:52 WIB

Resmikan Jalan Jembatan Cantilan, Ida Nurlaela Dorong Konektivitas Pangandaran–Tasikmalaya dan Akses Ekonomi Warga

16 Juni 2026 - 14:11 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Banjar Bagikan 150 Paket Sembako untuk Pengemudi Becak

15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Daerah