Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Pilkada Pangandaran, Bawaslu sebut 2 Pasang Calon Rawan Konflik 

badge-check


					Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan Perbesar

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan

LENSAPRIANGAN.COM – Bawaslu Kabupaten Pangandaran menyebut, sangat rawan konflik bila kontestasi Pilkada 2024 hanya dilakukan oleh dua pasang (head to head).

“Ya, tentunya sangat rawan, seperti Pilkada tahun 2020 lalu. Itu menjadi salah satu contoh,” kata ketua Bawaslu, Iwan Yudiawan kepada sejumlah wartawan, Jumat (7/6/2024)

 

Namun apapun itu, pihaknya melakukan antisipasi atau langkah-langkah preventif untuk mencegah hal tersebut bisa terjadi.

 

Meski 2 pasang calon kata dia, bukan tidak mungkin kesejukan bisa terjadi. Menurutnya, kembali lagi ke diri kita masing-masing.

 

“Termasuk awak media bisa menjaga dalam proses pemberitanya, tidak ada unsur-unsur provokatif atau unsur lainya, dan bisa menjaga kesejukan proses pilkada 2024 ini,” katanya.

 

Iwan menjelaskan, wilayah rawan konflik terletak di daerah padaherang. Hal tersebut berdasarkan pengalaman Pilkada tahun lalu.

 

Sebab, di wilayah tersebut indikatornya ada elit politik dan Secara Geografisnya wilayah padaherang sangat luas.

 

Bahkan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) nya terbanyak dibanding wilayah lain. Selain itu juga, perbatasan ke Ciamis dan perbatasan lainya.

 

“Itu menjadi salah satu fokus pengawasan kami,” kata dia.

 

Upaya Bawaslu menekan kerawanan konflik dengan cara pemetaan di seluruh jajaran Bawaslu hingga ke tingkat desa.

 

“Kami sudah intruksikan melakukan pemetaan potensi kerawanan di masing-masing desa, habis itu ke kecamatan terus ke kabupaten,” katanya.

 

Iwan mengatakan, pekan depan pihaknya sudah bisa menganalisa potensi-potensi kerawanan yang terdapat di Kabupaten Pangandaran. (art).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah